oleh

Residivis ini Dituntut 13 Tahun

PALEMBANG – Dihadapan majelis hakim PN Palembang Kelas 1A Khusus diketuai Taufik SH MH melalui sidang virtual, Kamis (13/8), terdakwa Dedy Priyadi (42) meminta keringanan hukuman atas tindak pidana yang dilakukannya bersama Asra Yudha menjadi pengedar sabu dengan berat melebihi 5 gram.

Dua terdakwa tersebut dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Devianti Itera SH dengan agenda mendengarkan pembelaan (pledoi) secara tertulis oleh penasihat hukum terdakwa Ahmad Rizal SH atas tuntutan JPU pada sidang sebelumnya yang menuntut keduanya agar dihukum pidana penjara selama 13 tahun.

“Kami selaku penasihat hukum terdakwa yang pada intinya sangat berkeberatan dengan tuntutan JPU, memohon agar majelis dapat mempertimbangkan keringanan hukuman terdakwa apabila dinyatakan bersalah,” kata Rizal.

Hal senada juga diungkapkan terdakwa Dedy melalui video virtual mengatakan bahwa dirinya hanya diminta untuk mengantarkan sabu itu dari Hendri (DPO) kepada pemesan yang ternyata adalah petugas kepolisian yang sedang menyamar.

“Saya hanya disuruh mengantarkan barang itu saja pak, untuk upah belum saya dapat, saya mohon keringanan hukuman saja dikarenakan masih punya tanggungan,” harap residivis ini.

Terungkap dalam dakwaan kedua terdakwa ini ditangkap pada maret 2020 silam oleh anggota satuan Reserse Narkoba Polda Sumsel dengan melakukan penyamaran, menindak lanjuti adanya laporan bahwa keduanya sering melakukan transaksi narkotika disekitar wilayah Siring Agung Pakjo Palembang. Dari tangan para terdakwa ditemukan barang bukti sabu seberat 191 gram.

Atas perbuatan itu jaksa menuntut pidana penjara selama 13 tahun sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Pertama melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (mg3)

Komentar

Berita Lainnya