oleh

Residivis Sabu ini Minta Dibebaskan

SUMEKS.CO,PALEMBANG – Terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika bernama Jefri Husni alias Ondol (35) dalam sidang dengan agenda putusan (vonis) majelis hakim bersikukuh minta dibebaskan dari hukuman setelah divonis majelis hakim PN Palembang pidana penjara selama 3 tahun.

Dalam layar monitor persidangan yang digelar, Rabu (9/6) di hadapan majelis hakim diketuai Sahlan Effendi SH MH, warga Jl KH Wahid Hasyim, Lr Terusan, Kecamatan SU I Palembang ini berkali-kali mengatakan dirinya tidak bersalah dan meminta untuk segera dibebaskan.

“Saya mohon pak hakim agar saya dibebaskan dari hukuman, sabu itu bukan punya saya pak, saya tidak bersalah,” teriak terdakwa dari layar monitor persidangan.

Sebelumnya, majelis hakim PN Palembang menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa karena dianggap terbukti menggunakan narkotika jenis sabu melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun,” tegas hakim Sahlan bacakan putusan.

Dalam pertimbangan putusan tersebut, majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Jimmy Artalius SH mengganjar terdakwa melanggar Pasal 112 tentang narkotika dan menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun.

Menurut majelis hakim, terdakwa Ondol sebagaimana terungkap dalam persidangan tidak terbukti memiliki dan menyimpan narkotika sebagaimana dalam dakwaan JPU barang bukti lima bungkus sabu dengan berat netto 0,225 gram, namun berdasarkan urine terdakwa positif menggunakan sabu.

Atas putusan tersebut, baik JPU serta terdakwa yang didampingi pemasihat hukum Eka Sulastri SH menyatakan pikir-pikir dan diberikan waktu tujuh hari ke depan untuk terima atau menyatakan banding.

Ditemui usai sidang, Eka Sulastri SH mengatakan bahwa masih akan berkoordinasi kepada terdakwa terlebih dahulu apakah akan mengajukan banding atau tidak, karena posisinya saat ini penuntut umum juga mengatakan pikir-pikir.

“Sebenarnya vonis itu sudah cukup meringankan karena hakim berpendapat klien saya hanya pengguna saja, tidak terbukti sebagaimana tuntutan penuntut umum, namun kita akan koordinasi dulu dengan terdakwa,” singkatnya.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, ternyata terdakwa Ondol merupakan residivis pernah dihukum selama tiga kali atas kasus tindak pidana penganiayaan tahun 2011 divonis 3 bulan penjara, tahun 2012 divonis 5 bulan penjara lalu tahun 2014 divonis 2 tahun penjara atas kasus penganiayaan dalam keadaan yang memberatkan.
(fdl)

Komentar

Berita Lainnya