oleh

Resmi Masukkan Kontra Memori Banding di Penghujung Waktu

PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gakkumdu Palembang resmi mengajukan kontra memori banding ke Pengadilan Tinggi Sumsel melalui Pengadilan Negeri Klas I Palembang, pada Jumat (19/7).

Sekaligus jadi batas akhir waktu penyampaian, sesuai dengan mekanisme yang diatur Undang Undang dalam proses Pidana Pemilu. Terkait perkara pidana pemilu lima komisioner KPU Palembang.

Berkas yang diajukan jaksa Riko Budiman SH dan Indah Kumala Sari SH, diterima oleh panitera muda Marduan SH.

“Pada intinya kita sependapat dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim dalam perkara ini. Kita berkeyakinan konta memori banding yang kami ajukan ke PT juga akan diterima dan menguatkan putusan dari majelis hakim PN Palembang,” kata Riko.

Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai Erma Suharti telah mevonis kelimanya yakni Ketua KPU Palembang Eftiyani, Divisi Perencanaan Data dan Informasi Syafarudin Adam, Divisi Teknis Alex Barzili, Divisi Hukum dan Pengawasan Abdul Malik.

Serta Divisi Sosialisasi dan Pendidikan, Pemilihan dan Partisipasi Masyarakat Yetty Oktarina, dengan hukuman 6 bulan penjara.

Dengan masa percobaab satu tahun dan denda Rp10 juta subsider kurungan 1 bulan penjara. Riko menjelaskan, kontra memori banding juga menjawab semua hal yang menjadi pokok perkara dalam memori banding yang telah lebih dulu diajukan oleh penasihat hukum lima komisioner KPU Palembang, Rusli Bastari.

Juru bicara PN Palembang Klas 1A Khusus, Hotnar Simarmata,SH,MHum membenarkan pihaknya telah menerima berkas baik memori banding maupun kontra memori banding dinilai telah lengkap akan langsung diserahkan ke PT Palembang.

“Sama seperti kita majelis hakim PT Palembang juga hanya diberikan waktu tujuh hari untuk memutus perkara banding ini. Dan PT sebagai benteng terakhir dalam perkara khusus pemilu ini,” tandasnya. (aja)

Komentar

Berita Lainnya