oleh

Resmi Terapkan Pembatasan (Dinamis) Sosial Berskala Besar Tahap Dua

Sumeks.co – Walikota Harnojoyo resmi mengumumkan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Palembang akan diperpanjang ke tahap kedua. Perpanjangan ini akan berlangsung selama 14 hari sesuai masa inkubasi pandemik Covid-19 sesuai dengan aturan yang ada.

Seperti diberitakan sebelumnya, indikator utama perpanjangan masa PSBB di kota Palembang ini didasarkan pada pendapat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Evaluasi Bidang Kesehatan pada masa PSBB tahap pertama oleh Dinas Kesehatan kota Palembang.

Hanya saja, penerapan PSBB pada tahap kedua ini akan berlangsung lebih longgar dan dinamis dari sebelumnya. Misalnya operasional pusat perbelanjaan dan pasar, tempat ibadah, transportasi dan beberapa yang sebelumnya lebih ketat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Substansinya adalah penambahan aparat di lapangan, dimana nanti Gugus Tugas akan menjemput bola dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat,”ujarnya.

Walikota Harnojoyo saat paparna perpanjangan masa pSBB di kota Palembang (protokol)

Sehingga sebagai gambaran PSBB tahap kedua ini akan berlangsung lebih fleksibel dan dinamis dengan tujuan membuat geliat dunia usaha di kota Palembang tetap berjalan. Sedangkan sanksi yang diberikan akan tetap seperti semula, dengan menekankan sisi humanis dan persuasif.

Ditambahkan Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 kota Palembang Ratu Dewa, untuk kegiatan belajar mengajar dipastikan berjalan pada tahun ajaran baru dan akan dilakukan pembahasan lebih lanjut kembali kemudian. Sebab sampai saat ini, hanya tenaga didik dan administrasi yang diminta untuk kembali bertugas.

Mereka, para tenaga didik ini juga tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan menyelesaikan tugas yang tertunda setelah selama sekitar tiga bulan bekerja dari rumah. “Untuk sementara saya pastikan tahun ajaran baru (13 Juli 2020), setelah itu kita lihat,”ujarnya.

Disisi lain, tempat ibadah juga sudah mulai diberikan kelonggaran untuk bisa kembali melakukan kegiatan peribadatan. Selain untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tempat ibadah ini juga harus mengantongi ijin dari Gugus Tugas melalui Kecamatan ataupun Kelurahan.(aja)

Komentar

Berita Lainnya