oleh

Respon petani,  Wabub Kritik Pemerintah Pusat

-Sumsel-241 views
MURATARA – Merespon masalah karet di tingkat petani, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni melayangkan kritik dan masukan ke presiden RI Joko Widodo melalui kontak langsung staff khusus Presiden. kritik itu berbicara tentang produktifitas karet nasional yang selalu kalah dengan karet thailand dan Malaysia.
Dia menegaskan perlunya keseriusan Pemerintah untuk mengatasi masalah penurunan harga karet, sehingga petani karet di Indonesia tidak punah. Kritikan yang dilayangkan diantaranya, Pemerintah pusat dan Daerah tidak pernah menganggarkan secara serius anggaran untuk pendidikan petani dan memberikan bantuan dengan benar.
Petani dilarang membuka lahan dengan cara tidak dibakar, tapi tidak pernah ada bantuan alat ekskavator dan dozer untuk membuka lahan, jadi bagaimana petani buka lahan jika alat tidak punya. Kemudian dari sekian ratus tahun lalu di Indonesia petani karet tidak pernah dibina Pemerintah,ungkapnya.
Dia juga meminta presiden menghentikan pemberian bibit gratis jika tidak ada pembukaan lahan. Pemerintah harus memberikan pupuk bersubsidi bahkan gratis terhadap para petani, membuat tim nasional untuk revitalisasi kebun, Kepala Daerah harus anggarkan 20 persen APBD untuk bantu petani, hentikan kepala Daerah atau Gubernur yang memberikan izin ke korporate karena dianggap menyusahkan rakyat, pabrik karet harus buat comdev (Commoditas Development) bantu bibit, buka lahan, tenaga ahli untuk petani lokal, terakhir kurangi ekspor dan buat hilirisasi karet dalam negeri.
H Devi Suhartoni menimpali, petani karet di Indonesia mencapai puluhan juta namun sekarang menyerah dengan keadaan karena tidak ada keseriusan secara nasional yang dilakukan Pemerintah. \’Kita bicara kedaulatan pangan nasional, tapi perlu di ingat kita perlu sumber ekonomi untuk membeli pangan, tegasnya.
Dia meminta staf khusus presiden RI untuk menyampaikan kritik dan saran itu secara langsung ke Presiden RI. Dan meminta Pemerintah pusat menolak saran dari Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (‎Gapkindo), karena saran dari  Gapkindo dianggap tidak relevan dan tidak pro terhadap petani.
Saat ini karet tidak ada harga dari 2012-2019, harga karet turun terus di masyarakat harga karet rata-rata Rp5 ribu/kg. Petani karet sangat perlu pertolongan pemerintah pusat dan harus ada kebijakan secara nasional, tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya