oleh

Rianti Catwright Langsung Minta Maaf ke Ibu

AKTRIS cantik Rianti Catwright baru saja melahirkan seorang bayi perempuan pada 25 Juli 2020 lalu yang diberinama Cara Rose Kanaya Nainggolan.

Pemeran dalam film Ayat-ayat Cinta ini mengalami langsung bagaimana perjuangan antara hidup dan mati seorang ibu saat melahirkan anaknya. Hingga dia terbawa emosi dan langsung merasakan sayang ke ibu kandungnya. Begitu selesai persalinan, dia memeluk dan meminta maaf ke ibunya.

“Siapa yang setelah persalinan pertama kali langsung minta maaf dan peluk cium ibunya? Itu aku. Ternyata segitunya ya perjuangan seorang ibu. Kebetulan Rose (putrinya) lahir per vaginam (normal). Karena memang selama hamil tidak ada faktor yang menuntut harus c-section,” curhatnya, Jumat (7/8/2020) di akun Instagramnya.

Meski normal, Rianti memahami persalinan per vaginam atau cesarean section sama aja perjuangannya.

Dia mengungkapkan Rose lahir dengan pertanda ketuban pecah pada hari Jumat, 24 Juli pukul 23.00 WIB hingga menunggu pembukaan 19 jam. “Untungnya aku sudah berada di RS jadi bisa langsung turun ke ruang persalinan. Di sana aku harus tidur terlentang sambil menunggu pembukaan. Ternyata tidur terlentang dan nunggu pembukaannya sampai 19 jam lebih,” kenangnya.

Setelah perjuangan itu, Rose lahir pada hari Sabtu, 25 Juli pukul 18.50 WIB dengan berat 3.74 Kg dan panjang 51 Cm. Karena proses pembukaan yang lama dan ketuban pecah, Rose langsung dibawa ke NICU dan harus dirawat dengan antibiotik selama beberapa hari.

“Perasaanku waktu itu campur aduk antara takut, sedih, khawatir dan lainnya semua jadi satu. Puji Tuhan, berkat keahlian dan bantuan para dokter, bidan dan perawat di RSIA Bunda, Rose dinyatakan sehat seratus persen dan bisa pulang,” ungkapnya.

Momen itu sempat membuat istri Alfoncius Dopot Parulian Nainggolan itu sedih karena selama Rose di NICU dirinya tidak bisa IMD langsung setelah lahiran. “Semua rencana kami buyar. Aku sampai enggak bawa alat pumping ke RS saking pedenya, baru besoknya digojekin (thank you @dr_yessiastrica , giftnya sangat berguna),” ujarnya.

“Akhirnya aku pumping di kamar dan kirim ASI ke NICU setiap beberapa jam. ASInya dikasih ke Rose lewat selang. Perawat di NICU bilang “Ibu jangan nangis terus nanti ASInya bisa berhenti”. Praise God, walaupun perasaan tidak karuan tapi ASI tetap lancar (I think this is a miracle),” sebutnya.

Dia bersyukur, setelah beberapa hari selang ASInya Rose bisa dilepas, dan dia dirinya diperbolehkan turun ke NICU setiap 2-3 jam untuk menyusui langsung.

“Berkat bantuan perawat dan konsultan lakstasi Rose bisa langsung latch (keajaiban lain). Sepanjang malam itu, aku bolak balik ek NICU. Aku bersyukur mengenakan masker dan penutup muka (yang nutupin mata bengkak dan muka bantal. Itulah momen aku berterima kasih atas adannya pandemi).

Saat ini, putrinya sudah berada di rumah dalam keadaan sehat. “Puji Tuhan ASI lancar. Sekali lagi aku merasa sangat bersyukur bisa di-support oleh tenaga medis yang handal selama persalinan dan perawatan. Thanks again Dr. @carolinehutomo, Dr @mel97819, Dr.Risma, Dr.Tiwi dan semua bidan dan perawat yang selalu tenang dan bikin tenang,” akunya.

Dia juga berterima kasih kepada suaminya yang jadi suami siaga. “Walaupun sekarang dia masih kaget dan tangannya masih pegel habis kupelintir waktu kontraksi. Thank you to Imu yang masih sempat mengabadikan momen persalinan and for your invaluable moral support (and aromatherapy),” tuturnya.

Dengan semua pengalaman ini, dia mengingatkan sesama kaum perempuan saling menghargai keputusan masing-masing baik soal ASI dan lahiran. “Aku juga berdoa untuk seluruh orang tua yang bayi-bayinya masih berada di NICU. Ngerti banget rasa sedihnya. Semoga recovery babynya dipercepat,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya