oleh

Ribuan Miras Dimusnahkan, Efek Jera Pelaku Usaha Belum Maksimal

LAHAT – Pemusnahan barang bukti minuman keras (Miras) berbagai merk, digelar di Kantor Sat Pol PP Lahat, Kamis (31/12). Sebanyak 1220 botol yang dihancurkan, rinciannya berupa anggur merah 98 botol, 29 botol bir bintang, 35 botol guines, 8 botol New port, 136 bir angker, 663 Vodka, 21 botol bir hitam, 73 botol Malaga, 41 Mansion House, 14 Singaraja, dan 3 botol Prost.

Dalam pemusnahan tersebut dipimpin  langsung oleh Wabup Lahat H Haryanto SE MM MBA bersama Forkompimda Kabupaten Lahat.

Sementara dijelaskan Kadis Pol PP, Linmas dan Damkar Lahat H Pauzan Khoiri Denin. Bahwa 1220 botol Miras tersebut disita dari hasil operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Sat Pol PP Kabupaten Lahat bersama intansi terkait sejak Januari- Desember 2020.

Sementara kendala menindak para pelaku usaha dari Pihak Sat Pol PP. Diantaranya ialah keterbatasan anggaran dan SDM.

Kemudian miras yang disita tidak membuat pelaku usaha rugi besar. Lantaran antara pelaku usaha dengan pengecer sistem pembayaran bila barang laku terjual. Bila ada penyitaan, maka pelaku usaha tidak harus membayar. “Jadi bila pengedar miras itu menitipkan barangnya ke pelaku usaha sebanyak 100 botol dan 20 botol laku sedangkan 80 botol diamankan saat razia. Maka yang dibayarkan pelaku usaha hanya 20 botol saja,” ungkap Fauzan.

Selain itu, keinginan masyarakat untuk meminum miras masih ada sehingga permintaan akan miras terus ada walau sering dilakukan razia.

Ke depan, giat operasi akan terus dilakukan dan siap menindak pelaku usaha dengan tindak pidana ringan (tepiring). Bekerja sama dengan pihak Polres Lahat.

Semenatra dari pihak Polres Lahat, Disampaikan Kapolres Lahat AKBP Ahmad Gusti Hartono S.Ik melalui Kasat Sabhara Polres Lahat AKP Afri bahwa sepanjang tahun 2020 ada 100 kasus yang dikenakan tempiring. Diantaranya kasus tidak memiliki identitas diri, penjualan miras tanpa izin maupun prokes. “Untuk tepiring pelaaku usaha tana izin menjual miras diantaranya denda Rp4juta bagi,” ungkapnya.

Tahun 2021 mendatang pihaknya kembali menindak tempiring bagi warga yang melanggar Perda dan akan bekerja sama dnegan Pihak Sat Pol PP Lahat.(gti)

Komentar

Berita Lainnya