oleh

Ridho Bertemu Dodi, Ini Agendanya…

SEKAYU – Konstestasi pemilihan Ketua DPD 2 Golkar Kota Prabumulih sepertinya makin jelas dengan majunya kembali Incumbent, yani H Ridho Yahya untuk periode ketiga.

Pria yang juga menjabat Walikota Prabumulih ini, Rabu (5/8) terlihat mendatangi Kantor Bupati Muba di Kota Sekayu, guna melaporkan persiapan penyelenggaraan Musda kepada Ketua DPD 1 Golkar Sumsel, Dodi Reza Alex.

Pertemuan sendiri berlangsung tertutup selama lebih kurang 1 jam. Sesuai pertemuan, Dodi dan Ridho yang dicegat wartawan memberikan sedikit keterangan pers kepada awak media.

Dodi sendiri menjelaskan bahwa Ridho selain sebagai Wako Prabumulih juga Ketua DPD Golkar Prabumulih. “Dalam rangka musyawarah daerah, menurut instruksi sebelum tanggal 31 Agustus seluruh Musda untuk kabupaten kota harus selesai dilaksanakan. Kalau lewat dari itu ya terlaksa caretaker atau ditarik,” ujar Dodi yang juga Bupati Muba.

Oleh karena itu kata Dodi, Ridho selaku Ketua DPD Golkar Prabumulih sudah menyatakan kesediaan dan kesiapan DPD 2 Golkar Prabumulih untuk menyelanggarakan Musda yang akan digelar Jumat (7/8) nanti.

“Berbagai persiapan sudah dilakukan DPD 2 hingga diharapkan proses Musda berlangsung lancar, dan akan dilakukan memilih Ketua Golkar Kota Prabumulih yang bisa membawa prestasi yang besar bagi keberadaan Golkar di Kota Prabumulih,” ujarnya.

Apakah ini artinya Dodi memberi restu ke Ridho?Dodi langsung tertawa menyambut pertanyaan awak media. Dia menjelaskan, selaku Ketua DPD Golkar Provinsi, dirinya memberikan restu dan mendukung semua calon yang akan maju, yang terpenting calon tersebut memenuhi 10 syarat dasar pencalonan.

“Beliau (Ridho.red) merupakan kader golkar dan salah satu Ketua kami di DPD 2 dalam hal ini Prabumulih. Beliau menyatakan minat untuk maju kembali dalam pemilihan Ketua Golkar Prabumulih, dan seperti yang saya katakan di setiap Musda ada 10 dasar syarat pencalonan ketua DPD 2 Golkar Se Sumsel, dan pak Ridho menyatakan akan memenuhi seluruh persyaratan tersebut sebelum batas akhir verifikasi dokumen pencalonan,” tandas Alumnud Program Doktoral Universitas Padjajaran tersebut.

Soal calon yang maju, Dodi mengaku bekum tahu. Namun dia menegaskan, berapapun calonnya yang terpenring bisa memimpin golkar dan bisa membawa prestasi lebih baik lagi bagi golkar kota Prabumulih.

Sementara Ridho sendiri menyatakan kehadirannya banyak mengobrol tentang berbagai hal, diantaranya soal Dodi dan juga pak Alex Noerdin yang kini di Komisi VII. “Sehubungan dengan penundaan pembangunan akamigas di kota prabumulih,” cetusnya.

Dirinya juga membicarakan tentang pelaksanaan Musda Golkar Kota Prabumulih.

“Karena kita berminat (mencalonkan diri kembali sebagai Ketua DPD Golkar Prabumulih) dan karena kita yang ketiga (mencalonkan untuk periode ketiga) maka harys ada referensi atau pengantar dari DPD 1 (DPD Golkar Provinsi) maupun DPP Golkar. Makanya kita melapor ke beliau (Dodi.red) dan waktu itu pengantar juga sudah kita kirimkan,” tandas Ridho.

Tadinya kata Ridho, dirinya belum tahu bisa maju atau tidak.

“Sebelum kito tahu nian, jangan-jangan kito bepikir nak maju nak membesarkan golkar, tapi DPP dak setuju, tapi alhamdulillah minggu kemarin pengantar sudah kita kirimkan, kebetulan beliau tidak ditempat, persetujuan jugo sudah keluar, jangan sampe istilah prabumulih itu, pantat tejingok disuntik idak, kito ngomong kemano, persetujuan dak katek, karena itu meski secara suratnya sudah, tapi secara pribadi kita kesini sudah izin ke beliau,” pungkas Ridho. (kur)

Komentar

Berita Lainnya