oleh

Ringkus Bandar Narkotika, Amankan BB 51 Paket Sabu dan Inek

PAGARALAM – Bertepatan dengan puncak Hari Anti Narkotika International (HANI) tahun 2020, Tim Jangan Gurah Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam menggagalkan tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya.

Salah seorang bandar yang diamankan bernama Yudi (51), warga Tebat Baru Ilir, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan dengan barang bukti (BB) 51 paket narkotika jenis sabu dan 7 paket ineks. Tersangka yang dikenal cukup gesit ini, ditangkap di Tebat Baru sekira pukul 15.00 WIB, Kamis (25/6/202020) setelah sebelumnya menjadi Target Operasi (TO) petugas.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIk MH didampingi Kasat Res Narkoba Iptu Regan Kusuma Wardana mengatakan, tangkapan ini merupakan ungkapan terbesar dari Polres Pagaralam. “Ini kita persembahkan buat HUT Bhayangkara ke-74 dan HANI tahun 2020. Selain mengamankan 51 paket sabu juga empat kantong berisi 7 butir inek berwarna ungu, juga diamankan dua unit HP dan uang tunai berbagai pecahan senilai Rp 981 ribu, diduga hasil transaksi sabu yang dilakukan tersangka” ujar Kapolres.

Ungkap kasus ini sebut Kapolres merupakan tangkapan terbesar sejak Januari lalu. Dia juga berharap ungkap kasus ini merupakan yang terakhir di Kota Pagaralam, karena akan banyak korban terhadap penyalahgunaan narkotika ini. Bayangkan, barang bukti sabu yang diamankan seberat sekitar 26 gram ini saja bisa merusak ratusan orang akibat dampak buruk narkoba ini. “Tersangka ini terancam dijerat pasal 114 ayat 2 UU Narkotika Tahun 35 Tahun 2009,” paparnya.

Sementara tersangka Yudi, jika barang haram tersebut dibelinya dari kenalan asal Lintang, Kabupaten Empat Lawang. “Kami janjian ketemu di daerah Jarai. Paket besar sabu aku beli senilai Rp 9 juta,” ujarnya yang mengaku selain ngedar juga mengkonsumsi sabu.

Selanjutnya, sabu dipecah lagi dengan kemasan kecil dengan harga bervariasi. “Ada yang aku jual paket kecil seharga Rp.150 ribu dan satu paket sedang Rp450 ribu dan Rp.900 ribu. Sedangkan inek dijual Rp.250 ribu. Untungnya cuma Rp.50 ribu perbutirnya,” ucapnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya