oleh

Rivat Didampingi Dua Pengacara

PRABUMULIH – Tersangka kasus pembunuhan di Diva Karaoke, Rivat Eka Saputra (42) mempercayakan pendampingan hukumnya kepada dua pengacara, yaitu Yulison Amprani SH MH dan Sanjaya SH.
Penyerahan mandat pengacara dilakukan pada Senin lalu (30/11/2020) di ruang Satreskrim Polres Prabumulih.

Yulison, salah satu kuasa hukum Rivat dikonfirmasi, membenarkan telah menerima mandat tersebut. “Atas permintaan keluarga dan juga rekan kerjanya di perusahaan kertas, kita diminta mendamping proses hukum Rivat. Sebagai, klien terjerat kasus hukum, masalah pembunuhan di Karaoke Diva,” ujarnya kepada awak media, Selasa (1/12/2020) sambil menyebutkan, telah bertemu dengan keluarga Rivat datang dari Padang, Sumatera Barat (Sumbar) jauh-jauh guna membantu kliennya terjerat kasus hukum.

Sambung Icon, sapaan akrabnya akan memaksimal pembelaan kliennya terjerat kasus pembunuhan Karaoke Diva, Riva.

“Kak Rivat sudah bertemu saya. Pembunuhan dilakukan Rivat, memang salah. Bukan pembunuhan berencana, bersifat spontanitas karena terbakar emosi dan api cemburu. Melihat istrinya di Karaoke Diva bersama diduga selingkuhannya, kemudian menjadi korban pembunuhan,” jelasnya sambil menyebutkan, pendamping hukum diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Salah satu pertimbangannya membela kliennya, lantaran selama ini dikenal baik dan bagus. Dan, juga berasal dari keluarga baik-baik.

“Selain itu, ini merupakan harga diri klien dan nama baik keluarga telah dicoreng korban. Dan, korban sendiri dan orang tuanya, juga telah diingatkan klien kita agar menyudahi perselingkuhan tersebut sebanyak tiga kali. Namun, karena korban merupakan mantan Narapidana (Napi) dan juga residivis kambuhan hal itu tidak diindahkan. Sehingga, pembunuhan itu akhirnya terjadi,” bebernya sambil berharap, kejadian ini dijadikan pelajaran berharga bagi masyarakat Prabumulih.

Kata dia, karena telah mengantongi mandat. Sebutnya, pendampingan hukum mulai saat ini hingga rekonstruksi dan juga proses hukum hingga di persidangan akan dilakukan.

“Kita siapkan pembelaan, mudah-mudahan bisa meringankan hukumannya. Apalagi, Rivat dijerat dengan Pasal 351 KUHP jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun,” terang pengacara berkacamata ini.

Dalam membela, ungkapnya, Rivat diminta koperatif dan menjelaskan segala permasalahannya hingga akhir melakukan pembunuhan tersebut. “Supaya, pembelaan terhadap dirinya bisa dilakukan secara optimal dan maksimal,” terang pria bertubuh besar ini. (03)

Komentar

Berita Lainnya