oleh

Rizal Ramli: Kehabisan Ide, Dana Haji Buat Support Rupiah. Payah deh!

JAKARTA – Pemerintah resmi membatalkan pemberangkatan jamaah haji tahun 2020.

Penyebabnya, pemerintah Arab Saudi hingga kini juga masih belum membuka akses masuk untuk jamaah haji dari negara manapun.

Yang menjadi perdebatan kemudian adalah keberadaan dana haji milik para jamaah haji yang tak jadi berangkat.

Humas Kemenag Kota Bandung Agus Saparudin memastikan, uang calon jamaah haji yang tak jadi berangkat tidak akan dikembalikan.

Akan tetapi, uang itu akan disimpan untuk biaya berangkat ibadah haji tahun depan.

Akan tetapi, pernyataan berbeda datang dari Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu.

Ia menyatakan, bahwa dana haji sebesar 600 juta dolar AS akan dimanfaatkan membantu Bank Indonesia dalam penguatan kurs rupiah.

Keputusan itu lantas dipertanyakan ekonom senior Rizal Ramli.

Menurutnya, keputusan itu menunjukkan bahwa pemerintah sudah kehabisan akal dan ide.

“Bener-bener sudah kehabisan ide, dana haji dipakai untuk penggunaan berisiko support rupiah. Payah deh,” tulisnya di akun Twitter pribadinya, Selasa (2/6/2020).

Sebelumnya, Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, saat ini BPKH memiliki simpanan dalam bentuk dolar Amerika Serikat setara Rp8,7 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS).

Dana itu rencananya akan dimanfaatkan membantu Bank Indonesia dalam penguatan kurs rupiah.

Akan tetapi, pihaknya bersama Bank Indonesia masih akan lebih dulu mengkaji lebih lanjut terkait mekanisme pemanfaatan dana calon jamaah haji itu.

“InsyaAllah (akan digunakan karena pengiriman haji batal tahun ini). (Mekanismenya) sedang dalam pengkajian,” ujar Anggito dilansir Vivanews, Selasa (2/6/2020).

Anggito sebelumnya juga menyampaikan, total dana haji yang dikelola BPKH saat ini telah mencapai Rp135 triliun.

Sebagian besar dana itu digunakan untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena sebagian besar dana itu diinvestasikan dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Termasuk di antaranya untuk mendukung APBN kita yang membutuhkan dana guna mendukung penanganan covid-19,” ungkap dia pada akhir bulan lalu.(ruh/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya