oleh

Rizal Ramli Minta Pemerintah Bijak Mulai Tahun Ajaran Baru

JAKARTA – Rencana pemerintah akan memulai tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli mendatang, mendapat sorotan dari mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Lewat akun Twitter-nya, Rabu malam (27/5), tokoh kelahiran Padang, Sumatera Barat itu memberikan saran supaya Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menunda tahun ajaran baru.

“Corona masih belum betul-betul menurun. Banyak SD, SMP padat sekali. Nyaris sulit untuk jaga jarak. Presiden @jokowi dan Nadiem mohon sekolah SD, SMP dan SMA diundur sampai awal tahun depan. Jepang yang penanganan Corona dan social distance -nya terjaga juga undurkan sekolah sampai Januari,” ucapnya di akun @RamliRizal.
Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyampaikan kekhawatirannya sekolah menjadi klaster baru penyebaran virus corona jenis baru itu.

Hal ini tertuang dalam rekomendasi KPAI sebagaimana disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, merespons rencana Menteri Nadiem membuka kembali aktivitas sekolah.

“KPAI mendorong Kemdikbud dan Kemenag RI belajar dari negara lain yang sudah mulai turun kasusnya, bahkan zero kasus kemudian membuka sekolah dengan menerapkan portokol kesehatan, namun ternyata ditemui kasus baru karena siswa dan guru tertular COVID-19. Sekolah malah menjadi kluster baru,” ucap Retno pada Selasa (26/5).
KPAI juga menyodorkan data bahwa hingga saat ini ada lebih dari 800-an anak yang telah tertulari Covid-19.

Penularan virus yang mewabah itu terjadi melalui kontak dari orang tua ataupun keluarga terdekat.
Menurut Retno, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, 4 persen kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dialami kelompok usia 0-14 tahun.
Itu berarti ada 831 anak pada usia tersebut yang tertular COVID-19 dari akumulasi total kasus per 22 Mei 2020 yang mencapai 20.796 orang.

Kemudian, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh IDAI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, setidaknya tercatat ada 129 anak yang meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dan 14 anak meninggal dengan status terkonfirmasi positif COVID-19.

“Jumlah tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Bahkan ada bayi usia 1 bulan yang tertular covid-19 dari orang tuanya,” sambung mantan kepala SMAN 3 Jakarta ini.

Selain itu, IDAI mencatat bahwa saat ini PDP anak di Indonesia dengan berbagai penyakit jumlahnya hampir 3.400 kasus.

Dari 3400 PDP tersebut, anak yang positif COVID-19 mencapai 584 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 14 anak.

“Anak-anak yang tertular COVID-19 tersebut, menunjukkan bukti bahwa rumor COVID tidak menyerang anak-anak atau ringan pada anak-anak adalah tidak benar,” tandas Retno. (fat/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya