oleh

Rizal Ramli Sindir Addie MS di Twitter, ini Komentarnya…

JAKARTA – Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli berpolemik dengan musikus Addie MS. Ekonom senior itu menyebut Addie MS hanya konduktor kelas jingle iklan.

Bahkan Rizal Ramli menyebut suami Memes tersebut sebagai seorang partisan politik.

Masalah ini bermula saat Rizal Ramli mengomentari twit dari akun Twitter William Runturambi.
William menulis cuitan untuk menanggapi status Addie MS yang mengaku bukan buzzer atau pendengung presiden.

“Ndak usah diladenin Mas William, wong kelas conductor jingles jualan apt Podomoro aja sudah sok2 analisa bidang yg dia kagak ngerti,” tulis akun Twitter Rizal Ramli, Kamis (28/5).

Mendapat komentar seperti itu, Addie MS pun bereaksi.
Pendiri Twilite Orchestra itu lantas memberi jawaban menohok dengan menjabarkan berbagai karyanya.

“Kelas conductor jingles jualan apt Podomoro?. Gpp, om. Aku jg bersyukur bikin jingles/lagu/Mars TNI, Garuda Indonesia, Kemendagri, Mahkamah Agung, Bank Indonesia, OJK, LPS, Kadin, Summarecon, Alam Sutera, Metland, Kalbe, Sogo, BCA Prioritas, Mitra Keluarga, Eka Hospital dll dll,” jawabnya.

Rizal Ramli kembali menulis sindiran untuk Addie MS di akun Twitter miliknya.
Kali ini dia menilai bahwa ayah Kevin Aprilio itu adalah partisan politik.

“Jefry, RR ketua apresiasi musik jazz & klasik waktu mahasiswa ITB, dengar conductor di berbagai kota di dunia. Setiap hari min 5 musik bagus. Check musik2 yg di rt RR. Persoalannya AMS sudah sangat partisan berpolitik, bersembunyi dibelalang musik, ya tak schak sekalian deh,” ucap Rizal Ramli.

Addie MS lagi-lagi memberi jawaban tegas atas tuduhan Rizal Ramli.

Dia merasa dirinya hanya musisi yang punya hak berkomentar soal politik atau masalah sosial.

“AMS sudah sangat partisan berpolitik. Saya hanya seniman/pengamen, warga biasa yg punya hak bicara dan berpendapat mengenai masalah sosial-politik. Seperti juga Ahmad Dhani, Iwan Fals, Giring, Neno Warisman, Bob Dylan, Sting, Beethoven, R. Wagner, Verdi, John Cage dll dll,” tegas Addie MS. (mg3/dom/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya