oleh

RSMH Dilengkapai CCRT, Pasian Bisa Cuci Darah “Kapanpun”

SUMEKS.CO – PALEMBANG– Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) kini  melengkapi peralatan medisnya.  Menurut  Dr. Agustina Br Haloho, SpAn, KIC, MKes. Ka.Inst ICU alat baru Continous Renal Replacement Therap CRRT)  ini diharapkan bisa melayani pasien lebih optimal lagi.

” Jadi  kalau pasian yang mau cuci darah bisa ‘kapanpun’,”  jelas Dr Agustina di dampingi Kabag Humas RSM Palembang Akhmad Suhaimi. Dan di Sumsel baru RSMH yang menggunakan alat tersebut. Ya ini demi mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien, tambahnya.

Pasien (Intensive Care Unit) ICU kebanyakan memiliki kondisi hemodinamik yang tidak stabil, terutama tekanan darah yang terlalu rendah sehingga tidak dapat dilakukan cuci darah dengan metode IHD. ”Pilihan terbaik pada pasien ini adalah dengan CRRT,”tambah Akhmad Suhaimi yang saat ini menggeluti  hoby tenis lapangan ini.

Diketahui, CRRT (Continuous Renal Replacement Therapy) merupakan salah satu terapi untuk menggantikan fungsi ginjal. Ginjal berperan dalam mengeluarkan zat-zat, cairan atau sisa metabolisme tubuh. Pada kondisi gagal ginjal dimana ginjal tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, maka dibutuhkan terapi penggantian ginjal atau yang disebut dengan Renal Replacement Therapy (RRT).

Renal Replacement Therapy (RRT) berfungsi untuk membuang cairan berlebih di dalam darah dan menukar zat-zat terlarut, baik toksin yang tidak lagi diperlukan oleh tubuh maupun zat-zat yang diperlukan tubuh seperti natrium, kalium, kalsium, klorida, bikarbonat antara cairan tubuh dengan cairan dialisat.

Renal Replacement Therapy (RRT) secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu: Intermittent Hemodialysis (IHD) atau yang kita kenal selama ini dengan istilah cuci darah. Peritoneal Dialysis (PD), merupakan cara cuci darah menggunakan selaput dinding perut sebagai membran filtrasinya. Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT).

Jika IHD biasanya dijadwalkan 2 – 3 kali seminggu selama kurang lebih 4 – 5 jam, maka CRRT  sifatnya kontinyu selama minimal 24 jam. Pada CRRT, kecepatan proses penyaringan tersebut bersifat lebih lambat namun karena dilakukan secara kontinyu selama 24 jam maka dapat membuang lebih banyak toksin dan cairan tubuh yang berlebihan dan menukarnya dengan zat-zat yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu CRRT sangat cocok dilakukan pada pasien-pasien dengan kondisi kritis di ICU (Intensive Care Unit).

Intermittent Hemodialysis (IHD) kebanyakan diindikasikan untuk penderita gagal ginjal kronis, sementara CRRT diindikasikan untuk penderita gagal ginjal akut atau yang disebut dengan Acute Kidney Injury (AKI).

AKI merupakan keadaan yang sering ditemukan pada pasien ICU. Kejadiannya berkisar antara 20 – 50% pada pasien ICU. Misalnya pada pasien pasca operasi besar atau paling sering pada pasien dengan infeksi berat yang disebut dengan sepsis. (hnn/cm/ekahospital)

Komentar

Berita Lainnya