oleh

RSUD Muaradua Terancam Tak Bisa Bekerjasama dengan BPJS

MUARADUA – Sejatinya, rumah sakit menjadi tempat rujukan utama dan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu daerah dalam melayani masyarakatnya. Namun, berbeda dengan RSUD Muaradua. Rumah sakit yang diperasikan sejak 2013 silam ini hingga saat ini tak mampu berbenah untuk lebih baik. Terbukti, rumah sakit yang sebenarnya sudah dilengkapi berbagai fasiltas modern ini terancam tidak bisa bekerjasama dengan BPJS.

Pemicunya, status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua yang sampai saat ini belum juga terakreditasi membuat statusnya juga terancam turun tahta menjadi Puskesmas. Pasalnya, Pemerintah Pusat mengeluarkan aturan seluruh RSUD wajib mengantongi akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (RARS).Sesuai Intruksi dari Kementrian Kesehatan melalui Lembaga Akreditasi bahwa seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) harus sudah terakreditasi per 01 Januari 2019.

Penegasan dari instruksi itu, jika rumah sakit tidak mencapai yang dimaksudkan maka demikian bakal terancam seluruh kerjasama dengan jasa layanan kesehatan seperti BPJS akan diputus dan status rumah sakit akan turun menjadi UPTD. Konidisi ini sedang dialami RSUD Muaradua karena hingga batas waktu (Deadline) 01 Januari 2019 belum juga mengantongi Akreditasi.

Direktur RSUD Muaradua dr Meri Astuti melalui Kasubag TU sekaligus Sekertaris Akreditasi RSUD Muaradua Agung Putrawan, S. Kep mengakui jika RSUD Muaradua belum terakreditasi.

“Memang benar sesuai Paraturan Kemenkes setiap rumah sakit sudah harus terakreditasi. Permasalahan ini dihadapi banyak RSUD, termasuk RSUD Muaradua wajib mengikuti peraturan Kemenkes tersebut,” katanya.

Pihah rumak sakit, seperti dikatakan Agung masih terus melakukan upaya untuk menuju akreditasi tersebut. Yakni dengan meminta rekomendasi ke Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS), untuk mengurus proses akreditasi selama 6 bulan ke depan. Sesuai instruksi dari Kemenkes yang diberikan KARS untuk meminta rekomendasi agar tetap kerjasama dengan BPJS.

“Dengan rekomendasi dari BPJS ini, artinya RSUD tetap bisa melaksanakan kerjasama dengan BPJS sampai keluarnya akreditasi untuk kerjasama yang berkelanjutan,” urainya. (dwa/hos)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (3/1). 

 

Komentar

Berita Lainnya