oleh

Rumah Bongkar Pasang Jadi Tren

Sumeks.co – Rumah kayu knock down atau disebut juga dengan rumah bongkar pasang saat ini memang sedang menjadi tren. Material rumah alami seperti kayu dapat memberikan kenyamanan dan suasana hangat bagi penghuninya. Kayu dapat memberikan kesan alami yang homey dalam rumah. Biar makin betah, desain rumah kayu dapat dirancang sesuai keinginan.

Rumah knock down bisa jadi salah satu solusi sekaligus investasi. Bentuknya yang unik dan desain menarik bukan tidak mungkin membuat harga rumah ini kian tinggi dari tahun ke tahun. Apalagi saat ini banyak restoran yang menawarkan konsep alam dengan bangunan rumah kayu. Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa rumah kayu mempunyai nilai investasi yang sepadan dari rumah biasa.

Seperti Amanto, yang sudah lama menggeluti profesi membuat rumah kayu knock down. Sebagai usaha yang diturunkan dari keluarga sejak 1987 dari desa Tanjung Baru Petai Kabupaten Ogan Ilir. Permintaan pun bukan hanya datang dari wilayah di Indonesia saja tapi mulai diminati di negara luar.

“Kalau dalam negeri misal ada Bali, Jogja, Medan tapi di luar negeri juga ada seperti dari malaysia,” ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Ia mengatakan, desain rumah salah satunya mengambil khas rumah adat Ogan Ilir. Jenisnya beragam, ada rumah lumbung, panggung, limas, gazibo dan semacamnya sesuai permintaan. Harganya bisa mencapai Rp2,5 juta per meter. Sedangkan jika sudah mencapai satu bangunan utuh bisa mencapai Rp120 juta.

“Waktu pengerjaannya kita lakukan dulu perakitan di dusun sekitar 1,5 bulan kemudian bongkar lagi dan pemindahan ke lokasi antara 1 minggu tergantung jarak tempuh selanjutnya pemasangan kembali,” jelasnya. Jenis kayu yang dipakai adalah dari pohon seruh, meranti, merawan atau sesuai permintaan pemesan.

Menurutnya, diawal kondisi pandemi permintaan juga ikut melemah. “Sebelum pandemi, kita biasa di Bali tiga tahun itulah menciptakan rumah lumbung ramai permintaan disana, kemudian saat pandemi mulai ada penurunan sekitar 20-40 persen,” terangnya.

Biasanya permintaan terbanyak datang dari daerah medan dan Bali untuk pembuatan rumah lumbung. Karena bentuknya yang unuk dinilai lebih menarik daya wisatawan turis. Sebagai rumah singgah atau home stay wisatawan dan bisa juga dijadikan cafe. (Dey)

Komentar

Berita Lainnya