oleh

Rumah Ibadah Konghuchu di JSC Diresmikan

PALEMBANG – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, meresmikan berdirinya rumah ibadah umat Konghuchu, Kamis (11/7), di Kawasan Rumah Ibadah Jakabaring Sport City Palembang.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya telah berdiri lima rumah ibadah berdampingan di kawasan olahraga di kota pempek tersebut. Namun hari ini (11/7), telah resmi berdiri 6 rumah ibadah di kawasan tersebut. Sehubungan dengan telah diakuinya keberadaan agama Konghuchu di Indonesia, dan telah dibentuk kepengurusan umat agama Konghuchu di tingkat pusat yang dikenal dengan nama Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (MATAKIN) dan di tingkat daerah Majelis Agama Konghuchu Indonesia (MAKIN) Kota Palembang.

Selain Menag, hadir pula dalam acara tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru, Kakanwil Kemenag Sumsel yang diwakili oleh Kepala Kemenag Kota Palembang, Deni Priansyah, serta beberapa unsur pemerintah daerah setempat.

Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya berpesan kepada seluruh masyarakat Sumsel untuk tetap terus mempertahankan kerukunan umat beragama sebagaimana Sumsel dikenal dengan wilayah yang zero konflik. Melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gubernur Deru berharap perbedaan ini semakin memperkokoh kerukunan di Sumsel.

“Sebuah bangunan dapat berdiri kokoh jika semua unsur yang berbeda bersatu padu, ibarat ada semen, batu, pasir, besi dan air yang bersatu menjadi bangunan yang kokoh. Seperti itulah setiap agama ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu semua berkomitmen untuk menjaga kekokohan persatuan bangsa ini,” harapnya.

Dalam arahannya pula Menag Lukman Hakim Saifuddin juga mengajak seluruh elemen tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk saling menjaga persatuan di tengah perbedaan. Menag berpesan kepada semua masyarakat untuk memanfaatkan rumah ibadah tidak hanya sekedar tempat fungsi ibadah spiritual melainkan juga tempat untuk fungsi bakti sosial kemasyarakatan.

“Kita bersyukur peresmian rumah ibadah umat konghuchu dikawasan Jakabaring ini telah kita lakukan. Kita juga berterima kasih kepada pemerintah daerah setempat yang telah membantu memfasilitasi lahan sehingga telah berdiri rumah ibadah ini,” ujar Lukman.

Peresmian rumah ibadah ditandai dengan penandatangan prasasti dan penanaman pohon yang dilakukan oleh menag, gubernur, kakanwil, dan sejumlah tokoh pejabat daerah yang hadir.(ety)

Komentar

Berita Lainnya