oleh

Rutin 7,5 Tahun Nyicil Rumah ke Bank, Tapi Belum Bisa Ditempati

JAKARTA – Anya Dwinov mengaku tidak bisa menempati rumah miliknya yang terletak di bilangan Bekasi, Jawa Barat. Kenapa? Padahal, kata Anya, rumah itu sudah sah menjadi hak miliknya sejak 7,5 tahun lalu. Transaksi jual belinya pun jelas.

Dikatakan, hak miliknya pun sudah beralih atas nama Anya. Dia juga rutin membayar cicilan ke bank setiap bulannya.

“Aku sudah 7,5 tahun bayar cicilan tapi sampai sekarang pegang pagarnya aja nggak pernah,” katanya dilansir JawaPos.com.

Lantas kenapa ia tidak bisa menempati rumahnya? Dijelaskan Anya, lantaran rumah itu masih tidak mau dilepas oleh keluarga ahli waris.

Rumah itu sendiri sudah dibeli Anya atas kesepakatan bersama keluarga pihak penjual. Namun salah satu anaknya tidak setuju rumah itu dijual.

Masalah ini pun sudah masuk dalam sengketa di Pengadilan Negeri Bekasi dan terdaftar dengan nomor perkara 337/Pdt.G/2016/PN Bekasi tertanggal 28 Juni 2016.

Pada 10 April 2017, majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi mengeluarkan putusan memenangkan pihak Anya Dwinov.

“Bank digugat, saya sebagai pembeli digugat, notaris digugat, pihak BPN Bekasi yang mengeluarkan surat digugat, dan dua keluarganya yang menjual juga digugat,” tuturnya.

Tidak puas dengan hasil putusan hakim tingkat pertama, ahli waris pemilik rumah kembali menggugat Anya Dwinov dan pihak-pihak terkait ke Pengadilan Tinggi Bandung, Jawa Barat. Pada 29 Maret 2018, majelis hakim Pengadilan Tinggi Bandung memperkuat putusan PN Bekasi.

Kemudian kembali melayangkan gugatan tingkat kasasi ke Mahkamah Agung. Pada 18 Desember 2018, putusannya sudah keluar dan lagi-lagi memperkuat putusan majelis hakim tingkat pertama dan tingkat kedua.

Belum juga bisa menerima hasil putusan, ahli waris kembali mengajukan upaya hukum PK (Peninjauan Kembali) dan gugatannya terdaftar pada 24 Februari 2020.

“Putusan PK belum. Aku baru masukin kontra memori pada bulan Maret,” ungkap perempuan yang berprofesi sebagai presenter sekaligus penyiar radio itu.

Jika hasil putusan PK memenangkan dirinya lagi, maka Anya akan meminta pihak keluarga penjual untuk meninggalkan rumah itu. Ia merasa waktu 7,5 tahun sudah cukup baginya memberi batasan toleransi kepada mereka. (jpc/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya