oleh

RUU Omnibuslaw Ciptaker di Ambang pengesahan, Aliansi Mahasiswa Sumsel Gelar Aksi Lagi

SUMEKS.CO-Palembang- Demonstrasi aliansi Mahasiswa Sumsel menolak pengesahan RUU Omnibuslaw Cipta Kerja (Ciptaker) masih berlanjut, kali ini Mahasiswa gelar aksi di Benteng Kuto Besak (BKB). Kamis (16/7) siang.
Diambang pengesahan RUU Omnibuslaw Ciptaker, aspirasi yang di sampaikan masih tetap lantang untuk menolak. Mahasiswa menganggap RUU Omnibuslaw Ciptaker tersebut hanya kamuflase oligarki mengatas namakan kepentingan rakyat.
“Banyak isi dari pada butir RUU tersebut mengancam kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Jadi, semata untuk melanggengkan oligarki kekuasaan politik memonopoli ekonomi,” ungkap mahasiswa.
Lebih lanjut, masa aksi menyampaikan banyak kerancuan isi dari RUU Omnibuslaw Ciptaker tersebut, seperti yang di sebutkan pada pasal 37 angka 16 RUU Omnibuslaw Ciptaker pemilik konsesi hutan dan lahan hanya wajib dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan tidak di tuntut untuk tanggung jawab atas kebakaran, Pasal 122 lahan pertanian yang subur bisa di ubah menjadi jalan tol tanpa kepastian, pasal 37 angka 3 yang menetapkan luas minimal hutan hujan seluas 30 persil, sama dengan artian pemilik modal bisa leluasa menggundulkan hutan serta isinya.


“Persoalan negara ini sudah genting, sebab itulah hadirnya kita disini yaitu suara kebenaran dan perlawanan bukan pada korporat kita berpihak,” ungkap masa aksi.
Koordinator masa aksi aliansi BEM Sumatera Selatan (BEM SS) Gulam menerangkan kepada media, aksi mereka tersebut merupakan bentuk solidaritas mahasiswa Sumsel terhadap kawan-kawan yang juga menggelar aksi menolak pengesahan RUU Omnibuslaw Ciptaker di Jakarta.
“Mengingat nasib RUU di tentukan hari ini di Jakarta. Dan kami tidak bisa berjuang bersama di sana, tapi semangat kami sama. Indonesia bukan milik segelintir orang,” Ungkap Korlap Mahasiswa Unsri tersebut. (Bima/Mg1)

Komentar

Berita Lainnya