oleh

Saat Jumpa Pers di Pali, Paslon No Urut 1: Ada Dugaan Money Politic

KPU PALI : Kami Jamin Semua Jajaran Netral

PALI – Menjelang H-1 pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penuakal Abab Lematang Ilir (PALI) Satgas Anti Politik Uang yang dibentuk pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Devi Harianto SH MH-H Darmadi Suhaimi SH (DHDS) mengendus adanya dugaan  money politic (politik uang).

Dalam konferensi perssnya, calon bupati (cabup) Devi Harianto SH MH di dampinghi calon wakil bupati (cawabup) H Darmadi Suhaimi SH mengatakan, bahwa Senin (7/12) sekitar pukul 20.30 WIB, pihaknya menerima laporan adanya indikasi money politic yang dilakukan oleh paslon lain.

“Ada beberapa tempat yang baru kita dapat laporan terindikasi melakukan money politic. Diantaranya, Desa Talang Akar, Talang Subur, Desa Betung yang dilakukan secara terang-terangan dengan nominal mencapai Rp300 ribu perorang,” ujarnya di posko pemenangan DHDS.

Lebih lanjut paslon ini mengatakan, money politic yang dilakukan terindikasi dilakukan oleh penyelengara mulai dari tingkat desa hingga kecamatan dengan mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu paslon dengan cara menjanjikan sejumlah uang.

“Ada juga dengan cara mengarahkan masyarakat untuk menuju ke salah satu rumah yang telah dipersiapkan untuk membagikan money politic sebelum melakukan pemilihan, sekaligus dilakukan pengarahan,” ungkapnya.

Ditambahkanya, bahwa kejadian seperti ini, tentu menciderai pelaksanaan Pilkada PALI. Dan mampu menimbulkan konflik ditengah masyarakat yang berpotensi membesar apabila tidak dilakukan penindakan dengan cepat.

“Terkait dengan hal ini, tentu kami akan segera melaporkanya ke Bawaslu dan akan mengetatkan pengawasan oleh Tim Satgas Anti Politik Uang yang telah kami bentuk di lapangan,” tegasnya.

Pasca konferensi pers, paslon kepala daerah di Bumi Serepat Serasan itu, langsung meluncur ke Mapolres PALI. Di sana, mereka mengaku berkoordinasi dengan aparat kepolisian, terkait pengamanan Pilkada di lapangan.

“Sebab, jika pengamanan oleh aparat tidak maksimal, kami khawatir terjadi bentrokan di lapangan. Sebab tim kami tentu akan mengawasi secara ketat pergerakan pihak lawan. Jangan sampai ada pelanggaran politik uang!” tambahnya.

Sedangkan Ketua KPU Kabupaten PALI Sunario SE mengatakan, bahwa pihaknya menjamin semua jajaranya hingga tingkat KPPS akan tetap menjunjung tinggi kenetralitasan sebagai penyelengara Pilkada Kabupaten PALI.

“Kami tetap menjaga Integritas kami sebagai penyelengara, kami ingin menciptakan dan sekaligus merawat pesta demokrasi dibumi serepat serasan ini berjalan dengan baik dan berkualitas sesuai dengan motto kami Si Toman (Siap Tegakan Demokrasi Aman dan Nyaman,red),” terangnya.

Dirinya juga telah menginstruksikan kepada penyelenggara di tingkat kecamatan, desa/kelurahan dan TPS dalam hal ini PPK, PPS dan KPPS untuk tetap netral dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Anggota KPPS kita pada saat membagikan C Pemberitahuan kepada pemilih tetap netral dan bekerja sesuai dengan tahapan dan aturan yang berlaku. Jika memang benar ada oknum yang melakukanya, maka sanksi tegas akan diambil baik berupa pemecatan ataupun pidana,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Banwaslu PALI Heru Muharam, melalui Divisi Pengawasan Iwan Dedi mengatakan, bahwa pihaknya siap kapan saja ketika ada laporan dari pihak-pihak pelapor, dan tim pengawas menjelang masa tenang tetap melakukan pengawasan.

“Tadi malam tim kami menelusuri kecamatan dan keliling desa baik itu tingkat PKD sd TPS di komandoi oleh panwaslu kecamatan, di ibukota kabupaten sendiri di patroli oleh komisioner dan panwaslu kecamatan sampai tingkat desa, ketika adanya dugaan pelanggaran silahkan laporkan kami siap melayani 1x24jam tidak ada istilah sekretariat Banwaslu tutup,” jelasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya