oleh

Sabu Setengah Kilo Lintas Provinsi Gagal Edar di Mura-Muratara

-Hukum-1 views
MURATARA – Kurang satu bulan, Polres Musi Rawas Kembali ungkap jaringan narkotika lintas provinsi di wilayah Kabupaten Muratara. ‎Kali ini, setengah kilo sabu-sabu senilai setengah Milyar berhasil diamankan, dari bumi beselang serundingan.
Informasi di himpun, pihak Kepolisian dari Polres Mura, awalnya melakukan pengembangan kasus kedua tersangka Dubes dan Sodik. Keduanya tertangkap membawa sabu seberat 151, 69 gram beberapa waktu lalu di wilayah pasar Sarolangun, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara.
Foto : Kasat Narkoba Polres Mura For Sumeks.co

Selanjutnya, Sabtu (10/8) sekitar pukul 06.39 WIB, polisi kembali membidik M Dahlan (44) warga Desa Simpang Gegas, Kecamatan TPK, Kabupaten Mura, yang diduga sering membawa keluar masuk narkotika lintas provinsi.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro mengintruksikan anggota untuk melakukan penyergapan yang dipimpin langsung kasat Narkoba Polres Mura, AKP Khaerudin. Pelaku di ketahui tengah berada di rumah Makan Surya, Desa simpang Nibung, Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara.
Polisi berpakaian preman yang sudah memegang identitas pelaku dengan ciri-ciri khusus dan memakai tas ransel warna hitam langsung mendatangi lokasi. Saat itu pelaku hendak memesan makanan, tanpa curiga di dekati sejumlah anggota berpakaian bebas.
M Dahlan langsung dibekuk tanpa perlawanan,  saat digeledah polisi menemukan lima paket sabu-sabu ukuran besar, dengan masing-masing berat 500 gram.  Pelaku langsung di bawa ke Polres Mura untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kasat Narkoba Polres Mura, AKP Khaerudin membenarkan adanya penangkapan itu. Menurutnya, itu tindak lanjut dari kasus sebelumnya. Saat ini pelaku masih tengah menjalani proses pemeriksaan seperti tes urine dan diambil keterangan.
“Kita masih proses untuk barang bukti lumayan banyak, informasinya barang itu berasal dari Pekanbaru dan akan di edarkan di wilayah Mura. Mereka ini sindikat pengedar lintas provinsi,” tegasnya.
Dia mengatakan, saat ini kondisi peredaran narkotika memang sudah sangat parah. Pasalnya peredaran narkoba sudah menyebar di plosok daerah. Bahkan beberapa waktu sebelumnya Pihak kepolisian berhasil mengungkap temuan ladang ganja di Sukaraja, Muratara yang ditanam di lereng perbukitan yang sulit dijangkau.
“Rata-rata narkoba itu masuk dari luar daerah seperti Riau, Pekanbaru dan Jambi. Mereka menggunakan jalur darat, tapi terus kita antisipasi,” ungkapnya. Pihaknya meminta peranan semua pihak untuk membantu memberikan informasi ke pihak kepolisian sehingga peredaran narkotika di wilayah Mura-Muratara bisa di antisipasi.
“Bukan hanya peranan kepolisian, tapi semua element masyarakat harus ikut andil memberantas narkotika,” bebernya. Sementara itu, pengakuan dari M Dahlan ke petugas, dia bukanlah bandar atau pengedar, namun hanya sebatas kurir. Dalam satu kantong sabu-sabu ukuran besar, untuk jasa pengiriman bisa di dapatkan keuntungan hingga Rp1 juta sekali jalan. “Aku dak tau pak, aku cuma ngater titipan bae,” kilahnya.
Terpisah, Ketua DPC Generasi Anti Narkotika Nasional (Gann) Muratara, Rudi Har‎tono mengatakan, saat ini peredaran narkotika sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, penikmat barang haram itu tidak hanya sebatas kalangan tertentu namun menyenyuh seluruh lapisan masyarakat.
“Di Muratara paling banyak di dapati kasus peredaran narkotika. Barang itu masuk dari luar, Medan, Riau, Pekanbaru. Kita terus sosialisasikan agar masyarakat ikut menolak peredaran narkotika di sekitar permukiman mereka,” bebernya. Masyarakat harus peduli terhadap lingkungan, jangan sampai ada rasa antipati dan menganggap asal pelaku mengedar dan memakai narkoba bukan kalangan keluarganya.
“Kalau ada informasi laporkan saja, jangan menganggap Sepele soal narkoba. Karena narkoba itu merusak mental dan masa depan anak-anak kita,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya