oleh

Sadar Minim Regenerasi, KONI Desak Penerapan Perda Olahraga

PALEMBANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel menyadari minimnya regenerasi atlet. Oleh sebab itu, melalui audiensi yang dilakukan dengan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) pada Rabu (12/2), KONI Sumsel mendesak segera diterapkan Perda No. 6/ 2011 tentang Olahraga.

Menurut Ketua KONI Sumsel, Hendri Zainuddin Sosialisasi dan penerapan Perda tersebut dinilai belum optimal. “Jadi percuma kita sudah ada Perda olahraga kalau tidak ditindaklanjuti. Karena penerapan Perda tersebut merupakan wewenang Diknas, apalagi sudah ada peraturan Gubernur,”kata Hendri.

Perda No.6/2011 sendiri mengatur tentang Penyelenggaraan Olahraga Pendidikan. Nantinya pembinaan bisa dilakukan sejak usia dini di tingkat sekola. Melibatkan guru, siswa sampai orangtua. Inilah yang diharapkan menjadi jawaban dari minimnya atlet yang dimiliki oleh Sumsel.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel Ir. Suparman Romans menambahkan, dalam Perda Keolahrgaan juga disebutkan pemerintah daerah dapat memberikan porsi yang lebih terhadap cabang olahraga atletik sebagai unggulan.

“Dengan adanya Perda ini pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada cabor atletik sebagai unggulan. Jika melihat situasi tersebut, artinya pada PON Papua tahun ini merupakan puncak dari penampilan rata-rata atlet tersebut. Kita harus segera menyiapkan atlet binaan usia dini, salah satunya melalui penerapan perda olahraga,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sumatera Selatan, H Akhmad Yusuf Wibowo saat memberikan arahan,  mengatakan Perda olahraga merupakan dasar kepastian hukum bagi pembuat keputusan untuk memberikan penghasilan yang layak, peningkatan karier, pelayanan kesejahteraan, bantuan hukum dan jaminan keselamatan bagi para pelaku olah raga.

Selain itu Perda ini juga menjamin hak atlet berprestasi untuk mengikuti kejuaraan pada setiap tingkatan, didampingi oleh manajer, pelatih, tenaga medis, phisikolog, dan ahli hukum, serta mendapatkan pembinaan dan pengembangan dari organisasi cabang olah raga.

“Ini adalah payung hukum yang menjadi acuan pemerintah. Dengan adanya Perda ini kita jadi punya dasar yang kuat untuk membangun olahraga dan memotivasi semangat atlet, pelatih dan pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya,” kata yusuf. (aja/ril)

Komentar

Berita Lainnya