oleh

Sah… STITQI Jadi Institut

SUMEKS.CO, INDRALAYA – Setelah melalui proses cukup panjang, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quran Al-Ittifaqiah (STITQI) mulai hari ini (11/4) berganti status menjadi Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifqiah Indralaya (IAIQ). Pergantian status dituangkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No 327 tahun 2021 tentang Izin Perubahan Bentuk STITQI menjadi Institut.

Prosesi Penyerahan SK dari STITQI ke IAIQ dilakukan oleh Direktur Pendidikan Keagamaan Islam Kementerian Agama RI , Prof Dr H Suyitno MAg kepada Rektor IAIQ KH Mukhyidin, MA, didampingi Mudir PPI Drs KH Mudrik Qori MA, Ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah KH Muhammad Joni Rusli, SPd I dan disaksikan oleh para pengurus Yayasan dan Dosen IAIQ dan mahasiwanya di Kampus A PPI, Ahad (11/4).

Rektor IAIQ KH Mukhyidin MA mengatakan, jauh sebelumnya STITQI lahir di tahun 2000 dan mulai operasional sejak tahun 2010.

“Alhamdulillah meski sempat terseok-seok dan penuh tantangan yang sangat luar biasa akhirnya tepat Hari Minggu 11 April 2021, STITQI alih bentuk menjadi IAIQ,” kata Mukhyidin.

Dikatakan Mukhyidin, saat ini IAIQ memiliki 6 program studi yaitu Pendidikan Agam Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Anak Usia Dini, Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah dan Ilmu Al-Quran Tafsir, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1325 orang dan alumni sebanyak 1726 orang

“Insya Allah dalam waktu dekat , IAIQ segera membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk pasca sarjana program studi Pendidikan Agama Islam,” ujar Mukhyidin didampingi Wakil Rektor III IAIQ ustaz Suib Rizal MPd.

Mudir Drs KH.Mudrik Qori MA menyatakan, Al-Ittifaqiah Indralaya sudah sangat layak untuk mendapatkan Institut. Selain sebuah lembaga terbaik di Sumsel juga berpengaruh di nusantara. Dengan beralihnya status dari STITQI menjadi IAIQ tentu sebuah keberkahan luar biasa bagi keluarga besar Ittifaqiah

“Anugerah ini wajib kita syukuri melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi khususnya di OI dan Sumsel. Jadikan masa pandemi, resesi ekonomi dan tantangan revolusi menjadi motivasi pengembangan pendidikan Islam, bukan penghambat untuk ukir prestasi,” tegas Ketua Pembina Yayasan Al-Ittifaqiah.

Direktur Pendidikan Keagamaan Islam Kementerian Agama RI  Prof Dr H Suyitno MAg mengucapkan selamat atas perubahan STITQI menjadi Institut, sebuah transformasi perubahan yang luar biasa, karena berbasis Al-Quran.

“Saya percaya dengan modal berbasis Al-Quran akan menjadi integrasi ilmu, yang selama ini menjadi wacana , tentu tugas ini tidak ringan, karena perubahan status ini baru dibarengi dengan semangat progresif bersama civitas akademika , dosen, para pengelola, rektor, wakil rektor, dan mahasiswa,” tukasnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya