oleh

Sajian Ayam Nanas dan Sambal Tempoyak Lahat Masuk Rekor Dunia

-Sumsel-261 views

LAHAT – Masyarakat Kabupaten Lahat bisa berbangga hati, lantaran sajian ayam nanas dan sambal tempoyak terbanyak telah tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Rabu (18/9). Bahkan lebih pantas sebagai sebagai rekor dunia karena belum ada yang melakukan hal tersebut.

“Maaf dengan berat hati, saya sampaikan bahwa bukan rekor Indonesia tapi rekor dunia,” ujar Manager MURI, Andre Purwandono S.Sos, saat menyampaikan hasil penilaian oleh tim MURI.

Warga Lahat yang awalnya sempat shock, langsung bersuka cita karena sajian ayam Nanas dan sambal tempoyak yang dibuat bukan hanya rekor Indonesia tapi dianggap rekor dunia. “Untuk itu mari kita jaga dan terus lestarikan budaya lokal kita. Selamat kepada masyarakat Lahat,” tambah Andre.

Ketua PKK Kabupaten Lahat,  Lidyawati Cik Ujang, mengungkapkan masakan ayam nanas dan sambal tempoyak merupakan kuliner khas Lahat,  yang kerap disajikan khususnya saat ada acara seperti persedekahan dan acara adat yang digelar warga Lahat.  Masakan ini,  kata Lidyawati, sangat istimewa bagi warga Lahat,  sehingga tak salah jika tercatat dalam rekor MURI.

“Alhamdulillah kuliner andalan kita,  kuliner khas kita yakni ayam nanas dan sambal tempoyak bisa memecahkan rekor MURI.  Ini berkat peran serta semua elemen. Rekor ini milik kita bersama, “ujarnya,  saat memberikan sambutan dalam pemecahan rekor MURI ayam nanas dan sambal tempoyak terbanyak, di lapangan Bumi Seganti Setungguan,  Rabu (18/9).

Ditambahkan Lidyawati,  tak sekedar mampu tercatat di rekor MURI,  kegiatan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan, mengenalkan masakan khas kabupaten baik bagi warga Lahat,  maupun dunia.  Ia juga berharap,  masakan tersebut bisa membuka peluang usaha rumahan bagi warga. “Kuliner ini merupakan karya nenek moyang yang harus kita jaga.  Apalagi,  masakan ini sangat kita senangi jangan sampai diklaim orang lain,”katanya.

Ditempat yang sama Bupati Lahat,  Cik Ujang,  SH mengapresiasi langkah yang dilakukan pengurus PKK Lahat.  Menurutnya,  prestasi rekor MURI ini sebagai penanda jika warga Lahat sangat mencintai dan menjaga kebudayaan,  adat, khas yang diwariskan nenek moyang terdahulu. Pemkab,  kata Cik Ujang akan mendukung upaya semua pihak termasuk PKK dalam melestarikan dan menjaga aset baik itu adat maupun budaya.

“Apalagi setelah bisa memecahkan rekor dunia ayam nanas ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi warga,”ujarnya.

Sementara itu,  dalam penyajian masakan ayam nanas dan tempoyak sambal tempoyak sendiri menghabiskan 1885 ekor ayam kampung dan 1800 kilo tempoyak.  Sambatun suka cita tampak ‘menggelegar’ tatkala tim dari MURI mengumumkan ayam nanas dan sambal tempoyak berhasil masuk dalam rekor dunia.  Dalam acara tersebut,  selain dihadiri ribuan warga Lahat,  juga hadir tamu dari Provinsi Sumsel Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Ahmad Rizali M.Si, Forkompimda Kabupaten Lahat dan perwakilan dari kabupaten tetangga seperti Empat Lawang,  Muara Enim dan Pagar Alam.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemprov Sumsel, Dra Ahmad Rizali M.Si mengajak agar terua menjaga dan melestarikan budaya daerah. Termasuk dari daerah Lahat Raya (Lahat, Pagaralam, Empat Lawang). “Seperti budaya pantauan maupun pesan leluhur seperti Seganti Setungguan dan Janji Nunggu Kate Bataruh yabg harua dipegang teguh oleh masyarakat Lahat Raya,” tukasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya