oleh

Saksi Ahli Tegaskan Korban Vera Oktora Tidak Hamil

Sidang kasus pembunuhan yang mendudukan Prada Deri Permana sebagai terdakwa berlanjut dengan mendengarkan keterangan saksi.

Kali ini saksi ahli forensik, Kompol dr Mansuri, dokter spesialis forensik Polda Sumsel di RS Bhayangkara memberikan keterangannya. 

Alumni Unsri dan Undip Semarang ini merupakan ketua tim (Katim) yang memimpin pemeriksaan korban Vera Oktora pada 10 Mei 2019, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Saat itu, kata dr Mansuri, korban Vera Oktora masih berstatus Mrs X.  Dia memeriksa korban bersama 5 orang.

Dihadapan oditur militer Mayor CHK Darwin Butar Butar SH dan Mayor CHK Andi Putu SH saksi ahli menjelaskan, lengan bawah kanan korban terpotong.

Saksi memastikan itu di potong setelah meninggal, dan ada kekerasan juga pada bagian, maaf  kelamin korban. 

Saksi juga menemukan adanya makanan akibat tersedak di saluran pernapasan korban. 

Rongga dada pada paru-paru ada darah merah gelap kurang oksigen pada organ dalamnya.

“Ada kekerasan di kepala sehingga ada hambatan penyaluran oksigen,” jelasnya. 

Kemudian saksi juga menjelaskan bahwa korban, yang kemudian diketahui Vera Oktora tidak hamil.

“Tidak ditemukan janin dan posisi rahim masih kecil,” tegas saksi dihadapan majelis hakim Pengadilan Militer I-04 Palembang, Letkol CHK Muhamad Kazim SH (hakim ketua) dan hakim anggota, Letkol SUS Much Arif Zaki Ibrahim SH, dan Mayor CHK Syawaluddinsyah SH.

Saksi dr Mansuri juga tidak menemukan ada sperma, namun pihaknya saat itu terus mengusahakan agar sperma itu ditemukan.

Majelis hakim juga menanyakan apakah ada bekas atau luka tangkis dari korban.

Saksi ahli mengaku tak menemukan karena mengingat kondisi jenazah yang sudah busuk.

Hakim juga sempat menanyakan adanya kekerasan di daerah mata yang memar. Saksi menjelaskan, karena kekerasam terhadap korban banyak ditemukan pada bagian kepala.

“Memar di mata itu bisa saja karena ada materi yang pecah dan darah akan mencari ruang kosong, dan daerah yang dekat adalah mata,” jelasnya. 

Seperti diwartawakan, pada 8 Mei 2019 Prada DP keluar dari Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli, Sungai Lilin setelah membunuh kekasihnya, Vera Oktora.

Mayat kasir Indomaret Jensu 3 Palembang itu baru ditemukan petugas hotel pada, Jum’at, 10 Mei 2019, sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi menggenaskan dengan tangan termutilasi.

Setelah buron sekian lama, Prada DP akhirnya menyerahkan diri pada anggota Den Intel Kodam II Sriwijaya dan Denpom II/4 di Padepokan Monghiang yang dipimpin Abuya Haji Sar’i di Serang Banten, Kamis (13/6/2019).(jul)

Komentar

Berita Lainnya