oleh

Salah Foto dan Narasi Pelaku Pembantaian di Sigi

AKUN Facebook Rohmaniah keliru membagikan kolase dua foto pemuda yang diklaim sebagai pelaku pembantaian keluarga di Kabupaten Sigi 27 November lalu. Foto pertama menunjukkan seorang pemuda membawa senjata api. Satu foto lagi menunjukkan seorang pemuda yang tewas.

”Dua Buron Teroris Anggota Mujahidin Indonesia Timur di Poso Ditembak Mati. Akhirnya terbunuh juga, pembunuh 4 nyawa satu keluarga yg tak berdosa di Sigi, Palu,” tulis akun Rohmaniah pada 2 Desember 2020 (bit.do/PembunuhSatuKeluarga)

Namun, jika posting-an itu dicermati, dua foto tersebut tampak seperti pemuda yang sama. Hanya beda potongan rambut. Saat membawa senjata api, pemuda itu masih terlihat gondrong. Namun, saat sudah tak bernyawa, pemuda tersebut tampak berambut tipis.

Artinya, unggahan akun Rohmaniah yang menyebut bahwa dua pelaku pembantaian keluarga di Sigi telah dilumpuhkan itu sangat meragukan. Apalagi, hingga kemarin belum ada informasi resmi yang menyebut bahwa tim Satgas Tinombala berhasil menumbangkan buron yang merupakan anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu.

Saat ditelusuri, foto pria memegang senjata M16 dengan atribut ISIS itu pernah diunggah portal kumparan.com pada 7 November 2020. Foto tersebut melengkapi berita berjudul Bojes, DPO MIT Poso Terlihat di Palu.

Disebutkan bahwa pria yang membawa M16 itu adalah Wahid alias Aan alias Bojes. Dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso. Bojes sempat terlacak secara kebetulan di Palu pada Jumat (6/11). Sempat terjadi pengejaran, tetapi Bojes bisa kabur. Anda dapat membacanya di bit.do/BojesMIT.

Pada 17 November 2020, portal berita news.detik.com mengabarkan bahwa dua DPO tertembak mati oleh aparat. Keduanya adalah Wahid alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz. Keduanya tewas di tangan Satgas Tinombala saat melakukan penggerebekan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada 17 November 2020.

Foto-foto detail tentang jenazah Bojes tidak ditemukan di media resmi. Rata-rata sengaja dikaburkan agar tidak menimbulkan kengerian. Namun, jika mengacu pada publikasi wajah Bojes dalam format gondrong dan sudah dicukur selama buron, diyakini bahwa foto jenazah yang diunggah akun Rohmaniah memang Bojes.

Kesimpulannya, dua anggota MIT itu ditembak sebelum peristiwa kelam di Kabupaten Sigi yang menewaskan satu keluarga pada Jumat, 27 November 2020. Waktu kematian dua buron itu dengan pembantaian di Sigi berselisih 10 hari. Sehingga jelas, foto yang disebar akun Rohmaniah tidak berkaitan dengan pembantaian yang menewaskan empat nyawa di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi.

FAKTA

Foto pria gondrong membawa M16 itu adalah Wahid alias Bojes yang tewas di tangan Satgas Tinombala pada 17 November 2020, sepuluh hari sebelum terjadinya pembantaian satu keluarga di Sigi.(jpg/jawaspos)

Komentar

Berita Lainnya