oleh

Salah Redaksi, PN Palembang Kembalikan Petikan Putusan MA

PALEMBANG – Juru Bicara Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang Abu Hanifah SH MH, Selasa (16/11) angkat bicara mengenai kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel yang dikabulkan dan diterima oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap vonis bebas onslagh oleh Pengadilan Tipikor Palembang menjadi terbukti bersalah dalam kasus korupsi kredit modal kerja pada Bank SumselBabel atas nama Augustinus Judianto (AJ).

Abu Hanifah membenarkan PN Palembang pada 20 Oktober 2020 lalu telah menerima salinan putusan kasasi dari MA, dalam petikan putusan itu menyatakan bahwa Augustinus Judianto terbukti secara sah melanggar pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1991 tentang pemberantasan tindak pidan korupsi, sebagaimana diubah dengan UUD No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UUD nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Untuk itu di dalam petikan itu MA mengganjar pidana penjara terhadap Augustinus Judianto dengan pidana selama 8 tahun penjara dan denda Rp200 juta dan diganjar wajib membayar uang pengganti sebesar Rp13,4 miliar apabila tidak sanggup maka diganti pidana penjara selama 3 tahun, yang berarti mementahkan vonis bebas onslagh Augustinus Judianto,” jelas Abu saat dikonfirmasi SUMEKS.CO.

Namun, setelah pihak PN Palembang mempelajari isi surat salinan putusan itu ternyata dalam petikan putusan tersebut ada sedikit kesalahan redaksi dalam penyebutan status AG.

“Akan tetapi setelah kami pelajari dalam petikan Mahkamah Agung ada kesalahan redaksi dalam penyebutan status, Mahkamah Agung menyebut bahwa Augustinus Judianto adalah terpidana padahal yang bersangkutan masih terdakwa belum dihukum jadi bukan terpidana,” ujarnya.

Atas dasar itulah, lanjut Abu, pihak PN Palembang mengirimkan salinan putusan itu kembali ke MA untuk segera diperbaiki dan untuk itulah surat pemberitahuan perintah eksekusi belum disampaikan PN Palembang ke jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati.

“Jadi kita masih saat ini masih menunggu surat salinan yang telah diperbaiki dari MA, apabila sudah kita terima maka akan langsung kita tembuskan ke pihak Kejati Sumsel agar segera dilakukan penahanan kepada Augustinus Judianto,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Komisaris PT Gatramas Internusa Agustinus Judianto divonis bebas oleh majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, pada Kamis (27/2/2020) lalu.

Putusan bebas tersebut, saat gelar sidang diruang sidang utama PN Tipikor Palembang dengan agenda pembacaan putusan (Vonis) yang dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Agusten Imanuddin SH serta penasehat hukum terdakwa dari kantor hukum Bangun Wijayanti Jakarta.

Dalam amar petikan yang dibacakan terhadap terdakwa bahwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalal pasal dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kredit modal Bank Sumsel Babel (BSB) tahun 2014 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp13,4 miliar.

“Maka perbuatan terdakwa memenuhi segala tuntutan dalam dakwaan primer, akan tetapi perbuatan tersebut bukanlah perbuatan pidana, melainkan hukum perdata yang mana terdakwa sudah menjalani sidang perdata pada tahun 2017 yang menyatakan perusahaan terdakwa failed oleh Pengadilan Tata Usaha Jakarta,” ujar hakim ketua Erma Suharti bacakan petikan putusan.

Untuk itu setelah majelis hakim melalui pertimbangan dan bermusyarawah, mengadili serta menyatakan terdakwa terbukti didakwaan primer tetapi bukan perbuatan yang termasuk dalam hukum pidana. Melepaskan segala tuntutan hukum kepada terdakwa. Membebaskan terdakwa dari tahanan. Serta Memulihkan harkat dan martabat terdakwa sebagaimana mestinya.

Adapun kasus yang menyeret Augustinus berawal dari kredit macet di BSB sekitar tahun 2015 dimana perusahaan terdakwa mengajukan permohonan kredit senilai Rp30 miliar lebih dengan jaminan tanah di Cianjur Jawa Barat seharga Rp15 miliar dan alat berat. BSB pun akhirnya mengucurkan kredit kepada perusahaan terdakwa sebesar Rp13,5 miliar.

Dalam perjalanannya, perusahan terdakwa tidak pernah membayarkan kredit tersebut kepada Bank Sumsel Babel. Hingga akhirnya perusahaan milik Augustinus Judianto akhirnya dinyatakan pailit. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya