oleh

Salat Tarawih di Muratara Terus Berlanjut

MURATARA – Pelaksanaan salat tarawih berjamaah di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Muratara, terus berlanjut. Warga mengaku tidak takut wabah corona, kendati di Muratara sudah muncul kasus positif Covid-19.

Beragam imbauan dari MUI, Kapolri, dan Kementerian agama maupun pemerintah mengenai tata pelaksanaan ibadah selama Ramadan, tidak digubris masyarakat di Muratara. Warga mengaku tidak peduli dengan situasi yang terjadi saat ini, karena mereka merasa wilayah Muratara masih sangat aman dari wabah Covid-19.

Ilyas warga Kecamatan Rupit yang yang sempat di bincangi menuturkan, di sepanjang Jalisum khususnya di ibu kota Kabupaten Muratara. Setiap malam, masjid dan mushala ramai mengadakan salat tarawih berjamaah bersama masyarakat.

“Katek larangan nak solat di masjid. Nak Corona nak apo, masjid tetap bukak. Ibadah idak boleh dilarang larang. Di linggau banyak Corona di Muratara masih aman,” katanya, kemarin Sabtu (25/4).

Dia mengatakan selama ini banyak pemberitaan yang tidak berpihak ke masyarakat di Muratara. Padahal menurutnya, Pemerintah Daerah sudah mengumumkan informasi resmi, jika wilayah Muratara merupakan zona hijau dan masih aman dari wabah corona.

Ilyas menuturkan, dalam pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid masjid tetap melaksanakan sesuai dengan syariat islam. Seperti merapatkan shaff, tidak menggunakan masker, dan berkumpul jamaah dalam satu ruangan.

“Tidak ada pisah pisah, apa lagi jaga jarak. Masalah hidup mati itu sudah ada yang ngatur, kewajiban kita ibadah saja yang bener,” tutupnya.

Sebelumnya tokoh agama Muratara Ustad Ramdoni yang juga mantan Plt ketua MUI Muratara, sudah mengimbau masyarakat agar tidak menyelengarakan salat tarawih khususnya di Masjid masjid di sepanjang Jalinsum Muratara.

“Itu terlalu riskan, karena di sepanjang Jalinsum banyak warga dari luar daerah yang singgah. Kita tidak tahu karena virus ini tidak kelihatan dengan kasat mata,” bebernya.

Menurutnya, Kementerian agama dan ormas islam sudah sepakat mengenai pelaksanaan ibadah Ramadhan di tengah wabah Covid-19, memerlukan perhatian khusus.

“Jadi disarankan untuk beribadah di rumah, karena ini merupakan untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya. Sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muratara H iksan baijuri menuturkan, bulan Ramadhan kali ini di tandai dengan wabah Covid-19.

Pihaknya mengimbau agar seluruh warga memperbanyak ibadah di rumah masing masing. Seperti salat tarawih, buka bersama keluarga di rumah, dan iktikaf di rumah.” ini untuk memutus mata rantai Covid-19. kita imbau warga perbanyak ibadah di rumah saja, jangan mudik puang kampung dan tetap jaga kesehatan,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya