oleh

Saldo Penerima BPNT Kosong, ini Penjelasan Korda

INDRALAYA – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kini mencuat. Pasalnya, ada warga desa yang menerima bantuan program BPNT, saldo di ATM-nya kosong selama berbulan-bulan. Sehingga mereka tidak bisa membeli kebutuhan pokok berupa sembako.

Seperti terjadi di Desa Srijabo, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang disampaikan langsung oleh Kadesnya Herian SE MM. Dia mengatakan, ada 21 dari 170 orang warganya yang terdaftar dalam program BPNT, kini bermasalah.

“Mereka selama tahun 2020, saldo ATM-nya kosong mulai dari 4 bulan, 7 bulan hingga 9 bulan,” kata Herian.

Namun untuk Januari 2021 belum ada laporan, kalau ada warganya mengeluh soal program BPNT. “Warganya yang mengeluhkan soal saldo kosong, seperti Nurijah, Ratna Dewi, Kuryati, Rohani Asmawi dan Trimurti,” ujarnya.

Herian berharap agar pihak terkait menjelaskan dan menyelesaikan masalah warga yang saldo ATM-nya kosong berbulan-bulan, sehingga tidak dapat lagi bantuan program pemerintah.

Sementara Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara yang disampaikan Kadesnya Rozi ataupun Kades Meranjat I, Kecamatan Indralaya Selatan Feri. Keduanya mengaku, tidak ada masalah dengan warganya terhadap program BPNT.

“Sejauh ini belum ada laporan warganya atau mengeluh soal bantuan BPNT tersebut,” kata Rozi dan Feri yang dihubungi secara terpisah.

Pemimpin Cabang BRI Kayuagung, Tommy Salasah melalui Asisten Manajer Pemasaran Mikro Budiyanto ketika dikonfirmasi terkait kosongnya saldo ATM warga dalam program BPNT menyatakan, bila terjadi kekosongan saldo ATM pada program BPNT ada dua kemungkinan.

“Sudah digunakan atau memang dananya belum masuk, karena belum ditransfer dari pemilik program,” ujarnya.

Namun demikian, untuk lebih jelasnya mengapa sampai terjadi kekosongan, dapat menghubungi pendamping.

Koordinator Daerah (Korda) BPNT Kabupaten Ogan Ilir, Rian mengakui kalau program BPNT selama ini banyak masalah. Mulai dari Aceh, Jabar, dan Sumsel yang merupakan wilayah satu.

“Di Ogan Ilir sendiri ada sebanyak 32 ribuan penerima program BPNT, 1.800 warganya terpaksa dibekukan rekeningnya, karena bermasalah alias ganda dalam penerimaan program bantuan,” tukas Rian.

Seumpannya warga tersebut sebelumnya pernah menjadi peserta penerima PKH, atau program bantuan social lainnya, lalu kembali terdaftar sebagai peserta BPNT, atau dalam satu keluarga atau kepala keluarga (KK) menerima bantuan lebih dari satu orang itupun tidak boleh.

“Nah di Kementrian Sosial ada sistem yang bisa membaca data warga, apakah warga tersebut mendapat bantuan lain, dan itu bisa dibaca, sehingga secara otomatis bisa dibekukkan,” tandasnya.

Di Ogan Iir sendiri, permasalahan terjadinya penerima ganda lalu dibekukkan terjadi sejak bulan Februari dan Maret. “Mereka yang dibekukan ini valid,” lanjut Rian.

Langkah selanjutnya, pihaknya pada Agustus dan September melakukan rapat musyawarah desa dan kelurahan untuk kembali mendata warga yang belum menerima bantuan. “Hasil rapat tersebut kita teruskan ke Dinsos, namun Dinsos kabupaten sifatnya meneruskan, yang memutuskan pihak Kementerian Sosial untuk melakukan verifikasi,” pungkasnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya