oleh

Salut! 6 Bulan Polres Linggau Sikat 100 Tersangka Narkoba

LUBUKLINGGAU – Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau kurun waktu enam bulan terakhir sejak Januari hingga dengan sekarang sudah meringkus 100 tersangka dalam kasus narkoba dengan jumlah 76 Laporan Polisi (LP).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa melalui Kasat Narkoba, Iptu Sofian Hadi menjelaskan ke 100 tersangka itu terdiri dari 91 tersangka laki-laki dan sembilan tersangka perempuan.

Sebagian besar tersangka diduga merupakan pengedar dan bandar. Mereka rata-rata pengangguran dan lebih memilih untuk menjadi narkoba karena tergiur uang.

“Dia mau cepat dapat duit,” ujar Sofian.

Dari 100 tersangka yang diringkus itu, pihaknya mengamankan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu sebanyak 477,27 gram atau hampir setengah kilo. Berikutnya mengamankan BB narkoba jenis ekstasi 66 butir dan ganja 218,29 gram. “BB berdasarkan pengungkapan rata-rata diperoleh dari Kabupaten atau Provinsi lain,” jelasnya.

Sofian menambahkan, total BB sabu yang diamankan tersebut dapat menyelamatkan nyawa sebanyak 7.500 orang.

“Modus yang dilakukan sejumlah tersangka dalam perederan narkoba pernah lewat ekspedisi, dari Linggau dikirim ke Jakarta. Alasan baju kiriman untuk ke Jakarta, padahal narkoba jenis ganja. Adapula di bolam (bola lampu) dan masker” bebernya.

Lebih lanjut, terungkapnya modus pengiriman ganja itu lantaran Polisi curiga. “Kami curiga, kami lakukan proses penyelidikan ternyata ganja. Kami buka CCTV dan kita tahu, kita cari informasi, kita kejar pelaku dan ditangkap. Dalam penanganan narkoba baik lewat darat dan udara kita sudah berkoordinasi,” ujarnya.

Selain itu ia menambahkan keterangan sejumlah tersangka yang diamankan, di Kota Lubuklinggau untuk saat ini disinyalir sudah sulit untuk mengedarkan narkotika jenis sabu, ekstasi dan jenis lainnya.

“Bagi bandar narkoba segera berhenti melakukan peredaran, karena kami gencar penegakan hukum untuk mengurangi ruang gerak peredaran narkoba,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk proaktif jika ada informasi mengenai penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika.

“Tetap menginformasikan ke kami. Bagi bandar narkoba segera berenti, karena kami gencar penegakan hukum untuk mengurangi ruang gerak peredaran narkoba,” pungkasnya. (wek)

Komentar

Berita Lainnya