oleh

Sambangi Mura, All Stars Pesta Gol

MUARA BELITI – Bermain di bawah guyuran hujan, Tim All Star Indonesia melumat Persimura Legend dengan skor 8-0 pada turnamen Alex Noerdin Cup, di Stadion Merdeka, Musirawas.

Timnas All Star kembali melanjutkan rekor tak terkalahkannya sampai pertandingan ke-11. Tim besutan Nasir Salassa sangat produktif dengan mengemas 67 gol.

Di laga melawan Persimura Legend, Timnas All Star tak butuh waktu lama mengoyak jala tim tuan rumah. Carrasco mencetak gol pembuka dengan memanfaatkan assist dari Amirul Mukminin pada menit ke-2, skor 1-0.

Selang lima menit, Carrasco kembali mengancam jala Persimura tapi masih mampu di blok penjaga gawang Persimura, Iwan Karo-karo.

Wijay menggandakan kedudukan lewat sepakan kerasnya ke sudut kanan gawang tim tuan rumah pada menit ke-7. Timnas unggul 2-0. Tertinggal dua gol, tim tuan rumah semakin tertekan, lagi-lagi Wijay yang berhasil mengoyak jala Persimura Legend menit ke-10, skor 3-0.

Dua gol tambahan lagi dicetak Cornelis Mamesah menit ke-20 dan Carrasco menit ke-22, skor 5-0 bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Timnas All Star tak mengendurkan serangan. Permainan berkelas dipertontonkan Junaidi dan kawan-kawan di depan ribuan masyarakat Musirawas.

Junaidi menyumbang dua gol tambahan pada menit ke-60 dan 73. Septarianto mencetak gol penutup pada menit ke-76, sekaligus menyudahi perlawanan Persimura dengan skor telak 8-0.

Ketua Panitia Penyelenggara Alex Noerdin Cup, yang juga merupakan ketua rombongan Timnas All Star Eddy Sofyan menyebut, kunci dari rekor tak terkalahkan dan sekaligus suburnya gol Timnas All Star, karena durasi pertandingan tim terus bertambah.

Performa permainan terus meningkat karena pemain terus menjalani sesi latihan ataupun pertandingan pada turnamen Alex Noerdin Cup. Timnas All Star telah melakoni 11 pertandingan dari enam kabupaten/kota, mulai dari Muara Enim, Lahat, Empatlawang, Pagaralam, Lubuklinggau dan kini baru berakhir di Musirawas.

“Permainan semakin solid, padanya jadwal pertandingan pun membuat fisik pemain semakin baik, itu karena dalam tiga harinya pemain bisa bermain sampai dua pertandingan,” jelasnya.

Pernah menjadi sang arsitek, Eddy tahu betul cara menjaga ritme dan suasana di dalam tim, sehingga Timnas All Star bisa memperagakan permainan terbaiknya dan memberikan hiburan pada masyarakat di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

“Bukan banyaknya gol yang kita cari, tapi edukasi kepada anak-anak usia dini bagaimana cara bermain sepakbola yang benar. Kita ada festival U-12, U-14 dan coaching clinic dan sorenya Timnas All Star bermain, mereka berikan edukasi cara bermain sepakbola yang benar,” jelasnya. (ril)

Komentar

Berita Lainnya