oleh

Sambut Tahun Baru Pedagang Petasan Menjamur

MURATARA – Menjelang pergantian tahun 2020, sejumlah pedagang kembang api dan petasan mulai menjamur di sejumlah pasar kalangan Muratara. Pedagang musiman ini mengaku, keberadaan mereka hanya sementara. untuk meraup keuntungan lebih hingga malam puncak pergantian tahun baru mendatang.

Ardi (33) pedagang petasan yang sempat dibincangi di pasar kalangan Desa Noman Baru, kecamatan Rupit, Muratara menuturkan, antusias masyarakat untuk melaksanakan perayaan tahun baru 2020 mulai meningkat. Beragam jenis petasan yang dia jajakan mulai laris dibeli warga.

Kisaran harga cukup bervariasi, dari Rp5 ribu/unit petasan biasa hingga Rp150 ribu/ unit jenis kembang api roket.

“Kebanyakan yang beli anak-anak, baru beberapa hari ini ada orang dewasa mulai ikut membeli,” katanya, kemarin (29/12).

Dia mengaku petasan yang mereka dapat, berasal dari luar daerah. Seperti Palembang dan kota Lubuklinggau.”kito bergrub jualnyo, cuma musiman bae paling sampai malam tahun baru. Kalau hari biasa, bukan hari besar. kami jual dagangan lain lagi,” ungkapnya.

Ardi mengatakan, transaksi jual beli petasan lebih banyak terjual mendekati malam puncak pergantian tahun baru. Ada sejumlah tempat yang menjadi titik pemasaran mereka. Seperti pasar kalangan, pasar harian di Desa Lawang Agung, dan sejumlah titik di jalan lintas sumatera Muratara.

Sementara itu, Rayhan warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara menuturkan, aksi sejumlah remaja di wilayah Kecamatan Rupit yang kerap membunyikan petasan di permukiman warga di rasa sangat mengganggu.

“Tahun baru belum bunyi percon di mano mano. Kadang kadang di samping rumah, anak anak kecik main person,” keluhnya. Warga berharap, pemerintah setempat segera melakukan pengawasan, sehingga aktivitas para remaja itu tidak mengganggu masyarakat.

Dia menuturkan, peredaran petasan di wilayah Muratara dipengaruhi produk petasan yang masuk dari kota Lubuklinggau. Bahkan penjual petasan kerap kali terlihat di sejumlah pasar tradisional. “Duit dbelike percon, sama bae bakar duit depan mato. Takutnya makar rumah, Kalu sudah ada korban kakek yang tanggung jawab,” ujarnya.

Terpisah, kapolres Muratara AKBP Adi Witanto mengimbau warga agar melaksanakan perayaan tahun baru 2020 dengan cara sederhana dan tidak berlebihan. Menurutnya, setiap pelaksanan acara di malam hari rentan menimbulkan gangguan kamtibmas. “Sederhana saja kalau mau tahun baruan, jangan dilakukan berlebihan. Kami akan antisipasi peredaran miras, narkoba , petasan dan aksi krimialitas. Kita minta warga ikut menjaga kondusifitas wilayah,” bebernya.

Pihaknya meminta seluruh orang tua agar tetap mengawasi prilaku anak-anak mereka, sehingga tidak menimbulkan aksi-aksi yang mengganggu warga lainnya. “Orang tua harus peringati dan awasi anak-anak mereka, jangan sampai membeli percon, dan terlibat balap liar,” ujarnya.

Sementara hal senada juga di ungkapkan Kepala Kantor Kementerian agama Muratra H Iksan Baijuri, Dia meminta masyarakat agar tidak merayakan tahun baru secara berlebihan, apa lagi melakukan konvoi di jalan. “Sebaiknya di rumah saja berdoa bersama, kita minta warga imbau anak anak mereka jangan sampai keluhuran malam saat tahun baru. Karena lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya