oleh

Sampah Mengular di Tanah Kosong Pinggir Jalan

PRABUMULIH – Ada pemandangan tak sedap yang dijumpai saat melintas di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Di tanah kosong tepatnya di dekat jembatan Padat Karya dipenuhi dengan tumpukan sampah yang mengular.

Mulai dari sampah popok, kulit durian, rambutan dan sampah plastik lainnya dibuang disana. Tak ayal, sangat mengganggu pemandangan ditambah dengan aroma yang tak sedap dari tumpukan sampah itu.

Ari, salah-satu warga yang tinggal tak jauh dari tempat itu mengaku resah dengan banyaknya warga yang buang sampah disana. “Setahu saya tidak boleh buang sampah sembarangan, apalagi disini tidak ada tong sampah yang disiapkan khusus oleh pemerintah,” ujarnya.

Hanya saja setiap hari jumlah sampah selalu bertambah dan seolah dibiarkan saja oleh aparat terkait. “Baru beberapa bulan ini kami lihat banyak sampah disini, dari jalan juga sudah terlihat dan sangat mengganggu sekali,” sebutnya.

Dia pun mengklaim, dia beserta warga di Perumahannya tak ada yang membuang sampah sembarangan apalagi di pinggir Jalan. “Kami selalu bayar Rp20 ribu perbulan. Karena ada petugas yang mengangkut sampah setiap pagi. Nah jadi tidak tahu siapa yang membuang sampah disini,” katanya.

Warga lainnya Yani, mengaku resah dengan banyaknya warga yang buang sampah sembarangan. “Kami takut kalau dibiarkan akan semakin banyak sampah yang menumpuk. Kalau memang diperbolehkan buang disana ya harus disiapkan bak sampah,” gerutunya.

Apalagi memasuki musim penghujan saat ini, tumpukan sampah bisa menjadi sarang nyamuk dan sumber penyakit lain. “Kalau dibiarkan terus kan bisa jadi sarang nyamuk. Apalagi tempatnya yang dekat dengan perumahan bisa saja nyamuknya juga ikut menyebar,” sesalnya.

Sementara itu, Lurah Gunung Ibul, Sarutama saat dikonfirmasi mengaku rutin melakukan giat pembersihan hanya saja belum tahu soal itu (sampah, red). “Kita sudah pembersihan terus, tapi kita akan tinjau ke lapangan karena kemarin sudah dibersihkan,” sebutnya.

Dia pun mengaku selalu memberikan himbauan kepada warga nya supaya tak membuang sampah sembarangan. “Kita sudah pasang spanduk di dekat sana sebelum dibangun bronjong, tapi sekarang memang sudah dilepas. Barang kali bukan warga kita, tapi orang lain yang lewat mau ke pasar atau ke sekolah,” katanya.

Berdasarkan peraturan, bagi siapapun yang membuang sampah maka akan diberikan sanksi. “Bagi warga yang membuang sampah sembarangan siap-siap membayar denda Rp500 ribu sesuai peraturan,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya