oleh

Sandang Gelar Profesor, Kapolda ini Ogah Jadi Dosen Terbang

PALEMBANGKapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri berkunjung ke Graha Pena (kantor Sumeks Grup), Rabu (10/6). Jenderal polisi asal Sumsel ini banyak bercerita tentang gelar profesor yang diraihnya.

“Di Polri, dari dulu sampai sekarang, ada sekitar 6 orang jenderal yang bergelar profesor,” kata Eko Indra Heri.

Diakuinya, gelar profesor yang diraihnya itu boleh dikatakan merupakan suatu keberuntungan. Karena cum yang diraihnya dengan mengarang buku semasa bergelar doktor dikumpulkan dan memenuhi syarat.

“Saya ngambil doktor di UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Cum yang dikumpulkan memenuhi syarat. Setelah gelar profesor diraih, syarat untuk meraih profesor justru semakin berat,” ujar alumni SMAN 13 Palembang ini.

Eko Indra Heri
Eko Indra Heri usai Salat Dhuha di Musala Al Qalam Graha Pena, Rabu (10/6). foto: dendi romi sumeks.co

Sebagai guru besar, lanjutnya, banyak tawaran untuk menjadi dosen terbang. Tetapi karena kesibukan, makanya tawaran itu ditolak secara halus. Kalaupun ada perguruan tinggi yang memintanya mengajar, hanya sebatas kuliah umum. Sejauh ini dirinya hanya mengajar di PTIK (perguruan tinggi ilmu kepolisian)

“Jadi kapolda ini dikatakan sibuk, tidak juga. Tetapi kita harus selalu siap melaksakan tugas dan perintah,” ujarnya.

Dikatakannya, gelar doktor dan profesor yang diraihnya memang spesialis SDM. Karena itu, kalaupun ada tawaran untuk mengajar di luar bidang disiplin ilmunya, dia tidak mau. “Aku dak galak ngajar bukan disiplin ilmu,” tukasnya.

Karir di bidang SDM Mabes Polri, terang Eko Indra, sudah digelutinya selepas dari Kapolres Demak pada awal tahun 2000. Sejak itu dirinya besar di Mabes dan baru keluar dari SDM setelah menjadi Kapolda Sumsel. “Lamo bekarier di SDM,” pungkasnya.

Kedatangan Kapolda Eko Indra Heri ke Graha Pena diterima GM Harian Sumatera Ekspres Hj Nurseri Marwah, Pemred Martha Hendratmo, Manager SDM dan Umum Antoni Emelson, dan awak redaksi lainnya. (dom)

 

Komentar

Berita Lainnya