oleh

Sandrina Malakiano: Ini Sejatinya Merupakan Proses ‘Melegendakan JRX’

PRESENTER Sandria Malakiano memberikan semangat untuk musisi Jerinx yang divonis penjara 1 tahun 2 bulan atas sebutan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kacung WHO.

Dia juga menguatkan istri Jerinx, Nora Alexandra. Dikatakannya apa yang terjadi saat ini adalah ujian untuk naik kelas yang lebih tinggi, khususnya untuk Jerinx yang bakal jadi legenda karena apa yang dilakukannya berniat menolong warga arus bawah meski berakhir dipenjara.

“Dear JRX dan Nora, semesta jaga cinta kalian. Semua peristiwa yang terjadi hingga hari ini makin memperkuat keyakinan kami, bahwa ini sejatinya merupakan proses “melegendakan JRX”,” ungkapnya, Jumat (20/11/2020).

Istri Eep Saefulloh ini meminta keduanya tetap tegar dan tegak menatap masa depan serta memastikan mereka tidak sendiri. Banyak yang memberikan dukungan. “So hold your head up high and remain grounded, humble as you have always been. This too shall pass and rest assured that you are not alone. We love you both,” jelasnya.

Sandrina menegaskan Jerinx bukan penjahat yang seharusnya tidak pantas ditahan. “JRX bukan penjahat. Saya bersaksi, JRX orang baik. Dan orang baik tak sepantasnya dipenjara. Sekalipun bicaranya ceplas-ceplos, hatinya tulus dan penuh kepedulian pada sesama. Dia paling tidak bisa melihat orang susah,” akunya.

Sandria mengungakapkan kata-kata Jerinx boleh jadi keras, tapi hatinya tidak. Di tengah hantaman badai yang telah menjungkirbalikkan hidup begitu banyak orang, JRX telah melakukan begitu banyak hal dalam senyap. “Karena itu dia dicintai oleh begitu banyak orang. Mereka yang tahu aksi dan perbuatannya. Mereka yang melihat dengan hati, jauh melampaui sekadar kata-kata yang kini dipersoalkan melampaui batas nalar,” lanjutnya.

“Mohon tak salah mengerti. Saya bukan tak menghargai pengorbanan para dokter dan seluruh tenaga kesehatan yang telah berbilang bulan bertaruh nyawa di garda terdepan. Sebaliknya, bagi saya mereka semua pahlawan,” tegasnya.

Sandria memastikan Jerinx tak anti tenaga medis. Apalagi sampai membenci mereka. “Ironisnya, JRX ditangkap karena memperjuangkan hak rakyat atas pelayanan medis yang tak dipersulit. JRX dibui karena memperjuangkan hak para ibu hamil agar tak ada lagi kejadian bayi meninggal karena layanan medis yang sangat dibutuhkan ibunya terhalang oleh aturan rapid test. Kami mendukung JRX karena apa yang ia suarakan benar adanya-menyelamatkan nyawa lebih penting dari segalanya dan tak boleh terkendala oleh syarat administratif yang mewajibkan rapid test sebelum layanan medis diberikan,” bebernya.

Secara jujur, Sandria mengaku sungguh sulit untuk bisa mencerna semua yang terjadi. Karena, seperti Jerinx, dirinya mencintai Indonesia dengan sepenuh hati. Indonesia yang adil, di mana hukum tak tebang pilih. Indonesia yang menjamin hak semua orang, tak peduli kaya atau miskin. “Indonesia yang merdeka, di mana keadilan tak hanya menjadi milik kelompok tertentu,” timpalnya.

“Tapi, saya tetap harus memelihara harapan dan keyakinan bahwa-atas nama keadilan-JRX akan segera dibebaskan. Menurut saya sudah lebih dari cukup waktu yang dia lewati di balik jeruji. Sebagai seorang sahabat, sudah sepantasnya saya mengharapkan yang terbaik untuknya. Karena dia orang baik. Dan saya akan katakan ini lagi dan lagi, Jerinx bukan penjahat. Saya bersaksi Jerinx orang baik. Dan orang baik tak sepantasnya dipenjara,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya