oleh

Sanksi Pemberi Uang ke Pengemis

PALEMBANG – Anak jalanan (anjal), gelandangan, dan pengemis menjadi salah satu isu sosial yang perlu di tuntaskan. Utamanya ini terjadi di perkotaan seperti di Metropolis.
Untuk menekan/mengurangi atau bahkan menghilangkan kelompok ini. Pemerintah kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Sosial (Dinsos) tidak hanya melakukan cara penindakan langsung. Dengan penahanan di rumah penampungan, hingga sanksi penjara bagi si pemberi uang.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Palembang, Ikhsan Tosni mengatakan. Memberikan sanksi kepada si pemberi uang merupakan salah satu upaya. Agar dapat mengurangi angka anjal, gepeng, dan pengemis.
“Karena itu, kami akan menangkap serta memenjarakan bagi siapa saja. Yang memberikan sedekah bagi para pengemis di jalanan,  anjal dan lainnya,” terangnya awal pekan ini.
Apalagi jelasnya, tidak boleh memberikan uang kepada kelompok ini. Sebenarnya sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang tentang pembinaan anjal, pengemis, gelandangan dan orang gila.
“Perda dikeluarkan pada 2013 lalu,. Dan disebutkan sanksi bagi pemberi sedekah yakni sebesar Rp 50 juta. Serta kurungan penjara hingga tiga bulan,” jelasnya.
Dengan adanya Perda ini, tak lain harapan nya kedepan. Agar masyarakat juga ikut membantu untuk memberantas anak jalanan, pengemis, gelandangan dan orang gila. Seperti tidak memberi uang kepada golongan tersebut.
“Dengan begitu, maka golongan itu pun akan malas dan pergi. Serta berpartisipasi aktif melaporkan,” ujarnya. (cj10)

Komentar

Berita Lainnya