oleh

Santri Ponpes Tenggelam di Danau Ranau

-Hukum, Sumsel-315 views

BPR RANAU TENGAH – Tamasya berakhir duka. Mungkin itulah perumpamaan yang bisa disematkan kepada para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Way Kanan Lampung.

Pasalnya saat tengah berekreasi ke pantai Pelangi di kecamatan Buay Pematang Ribu (BPR) Ranau Tengah, salah satu santrinya tewas tenggelam.

Peristiwa ini sendiri menimpa, Alex Isnaudin (14). Korban, tenggelam saat berenang di pantai Pelangi Danau Ranau pada Rabu (27/11) sekitar pukul 13.00 WIB.
Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk membantu korban, mulai dari memanggil orang pintar (paranormal-red) hingga penyelam lokal. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Foto : Ist

Saat berupaya menyelami Danai Ranau untuk mencari korban yang tenggelam, Joni salah satu penyelam lokal mengaku tak sanggup mencari korban tanpa di bantu orang pintar atau tokoh adat setempat yang dipercaya masyarakat mampu menerawang lokasi korban.

Permintaan para penyelam lokal ini akhirnya dikabulkan oleh warga dengan mengundang salah satu tokoh adat bernama Tamren yang merupakan warga desa Suka Negeri Kecamatan Banding Agung. Setelah dilakukan ritual dan do’a, barulah korban diketemukan di kedalaman sekitar 15 meter dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Dalam upaya evakuasi, kaki korban di ikat dengan tambang dan di tarik kepinggir pantai dan selanjutnya di bawa ke Puskesmas Banding Agung. Setelah sesuatu halnya selesai, korban langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Way Kanan Lampung.

Terkait tewasnya satu orang santri Miftahul Huda Way Kanan Lampung ini, salah satu guru pembina pondok pesantren Miftahul Huda Kabupaten Way Kanan Lampung mengatakan awalnya mereka dan rombongan sebanyak dua bus yang berisi sekitar 60 orang melakukan study banding ke pondok pesantren Al-Falah di Desa Penantian Kecamatan Banding Agung. Setelahnya usai melaksanakan sholat Dzuhur rombongan bergerak pulang menuju ke Way Kanan Lampung.

Akan tetapi, terangnya sebelum meneruskan perjalanan pulang rombongan terlebih dahulu mampir di pantai Pelangi dan bersantai. Beberapa santri mandi berenang, salah satunya yakni korban Alek Isnaudin dan temannya Farhan yang berhasil di selamatkan warga.
“Pada saat tiba dipantai kami mempsilahkan bagi santri yang ingin mandi di pantai Pelangi dengan diawasi pembinanya masing-masing. Namun kami tidak tau jika di pantai pelangi ini terdapat jurang-jurang yang dalam sehingga dua orang santri kami terperosok kedalam jurang di bawah air. Salah satu santri kami selamat yakni Farhan, sedangkan Alex Isnaudin tidak dapat diselamatkan,” ujarnya dengan wajah haru.

Sementara itu Harno, salah satu warga Gunung Raya Kecamatan Warkuk Ranau Selatan yang menyelamatkan korban Farhan sebelum kejadian dirinya melihat kedua korban tersebut mandi dan langsung menceburkan diri ke Danau dengan pakaian lengkap.

“Namun sesaat kemudian, terlihat keduanya melambaikan tangan. Pada saat itu saya mengira mereka hanya bermain saja. Akan tetapi setelah agak lama keduanya semakin tenggelam dan sayapun langsung menolong mereka dan tangan keduanya dapat saya raih,” tuturnya.

Akan tetapi, terang Harno dikarenakan pada saat itu dirinya tidak dapat berpijak pada dasar Danau dan masih menggunakan pakaian lengkap akhirnya iapun hanya mampu menyelamatkan satu orang sedangkan satu orang lainnya tenggelam ke dasar danau yang cukup dalam.

Terpisah, Kapolesk Banding Agung AKP Hendri saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan terkaait kejadian tersebut pihaknya masih melakukan pengamanan lokasi dan mencatat kronologis kejadian dan identitas korban.

“Kami bersama anggota mendata dan mengamankan lokasi kejadian perkara dan memberikan pertolongan kepada korban dan saat ini korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke Way Kanan Lampung,” ujarnya (dir/hos)

Komentar

Berita Lainnya