oleh

Santri Tahfiz Quran Kembali ke Pondok

RUPIT – Bupati Muratara, H Syarif Hidayat melepas ratusan santri Tahfiz Quran kembali nyatri ke Pulau Jawa dan Madura. Pelepasan yang dilaksanakan Selasa (23/6) sekitar pukul 09.30 WIB, di halaman kantor Bupati Muratara, dilakukan sesuai protokol COVID-19.

“Hari ini (23/6) agenda kita melepas santri asal Muratara untuk kembali mondok ke pesantren di Pulau Jawa dan Madura. Kita tugaskan mereka untuk belajar, menghafal Alquran, Hadis, bisa Bahasa Inggris dan Bahasa Arab,” kata Bupati Muratara, H Syarif Hidayat.

Untuk program santri Tahfiz Quran, tambahnya, harus dilanjutkan. Bagi pelajar yang sudah tamat MTS akan dilanjutkan sampai Madrasah Aliah Negeri (MAN), sedangkan bagi pelajar MAN asal Muratara yang berprestasi akan dikuliahkan oleh pemkab.

“Sejak anak anak kita sekolahkan ke pondok pesantren untuk menghafal Alquran, sudah banyak yang hafal 3 juz, ada yang 10-15 juz. Mereka nanti akan pulang ke Muratara, dan bisa menyalurkan ilmu mereka dapat dari pesantren,” ujarnya.

Dia berharap, Muratara ke depan lebih dikenal dengan kabupaten religius menjadi pusat penghafal Alquran. Sehingga pihaknya optimis terus melanjutkan, program pengiriman santri ke luar Muratara.

Sebaran santri yang dikirim Pemerintah Kabupaten Muratara, cukup beragam. Seperti di wilayah Padang, Jawa Timur dan Pulau Madura. Penerintah daerah, menegaskan akan kembali merekrut warga yang ingin menyekolahkan anak anak mereka menjadi santri Tahfiz Quran secara gratis yang dibiayai pemerintah daerah.

“Kita lanjutkan program ini, kita akan seleksi lagi bagi warga yang mau menyekolahkan anak anak mereka menjadi santri Tahfiz Quran kita akan sekolahkan. Minimal mereka sudah bisa membaca dan menulis Alquran,” tegasnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya