oleh

Santuni 700 Santri Yatim Duafa

PLN UIP Sumbagsel Peringati HLN ke 75

PALEMBANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Selatan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP SUMBAGSEL menyalurkan santunan kepada para santri Tahfidz Quran Yatim dan Duafa. Agenda kali ini acara diadakan di Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa di Jalan Urip Sumoharjo kelurahan Dua Ilir kecamatan Ilir Timur II. Minggu (25/10).

Senior Manager Keuangan & SDM PLN UIP Sumbagsel, Edy Kartiono didampingi Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi, Eko Rahmiko menyampaikan kegiatan ini merupakan serangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 75.

Dimotori oleh YBM PLN yang merupakan bentukan dari manajemen direksi untuk menyalurkan dana zakat dari pegawai. Berbalut tema dari santri untuk negeri menerangi Indonesia, mamajukan bangsa.

“Kegitan kali ini kita menyerahkan bantuan sekitar Rp20 juta untuk Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa dengan penerima 100 santri, insyaAllah tahun berikutnya kita akan terus konsen karena memang tujuannya berbagi kepada yatim dan duafa,” ujar Edy. Khususnya bisa membantu para santri memenuhi kebutuhan sekolah sehari-sehari di masa pandemi.

Ia menyampaikan, total YBM PLN UIP Sumbagsel menyalurkan bantuan senilai Rp140 juta untuk 700 santri, anak yatim dan duafa. Diantaranya untuk Kantor Induk dan UPP Sumsel menyantuni 500an anak yatim duafa, UPP Lampung-Bengkulu 100 anak dan Bangka Belitung 99 anak.

Manager YBM PLN UIP Sumbagsel, Sandy Nurdiana menambahkan, setiap bulannya penghasilan pegawai PLN dipotong zakatnya 2,5 persen. “Zakat yang terkumpul melalui YBM PLN disalurkan kepada para mustahik termasuk anak yatim dan duafa,”jelasnya.

Lanjutnya, setiap bulannya YBM PLN UIP Sumbagsel juga memberikan bantuan sebagai orang tua asuh di beberapa yayasan di kota Palembang. Kegiatan lainnya juga memberikan bantuan kepada ustadz dan guru-guru ngaji yang penghasilannya dibawah UMR.

Wakil pengelola yayasan Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa Ustadz Syafei mengucapkan terimakasih kepada YBM PLN yang telah membantu dan berkunjung. “Harapannya semoga ini terus berlanjut dan dapat mensuport kami sebagai orang tua asuh baik dari segi materi maupun non materi,” jelasnya.

Ia menerangkan, saat ini ada 436 anak didik dari yatim dan duafa di rumah tahfidz tersebut. Tersebar di 13 cabang kota Palembang. Selama pandemi, sistem belajar dilakukan melalui online. Sesekali dilakukan pertemuan belajar namun santri dibatasi dengan waktu shift. “Misal disuruh datang per 10 anak dikasih PR kerjakan dirumah dan disetor lagi di hari berikutnya.”

Rumah Tahfidz ini telah berdiri sejak lima tahun yang lalu. Para santri dibina dengan pola kurikulum mendidik, memuliakan dan memandirikan (3 M). Harapannya di HLN ini, semoga PLN kedepan tambah maju, bisa terus menerangi dan semakin memberi dampak yang positif bagi masyarakat luas.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya