oleh

Satgas Binter TNI SKK Migas bersinergi dengan PT Medco energi Tekan Aksi Ilegal Tapping

-Sumsel-684 views

PALI – Sebagai langkah untuk menekan aksi ilegal taping (pencurian minyak mentah) dijalur pipa minyak milik PT Pertamina dan Medco E&P yang sering terjadi, Satuan Pelaksana Tugas SKK Migas SST Yon Arhanud 12/SBP melakukan pendekatan dengan warga.

Seperti menggelar Karya Bakti, Jumat (26/4) di Dusun II, Desa Spantan Jaya, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dengan membersihkan dan rehab ringan di masjid Nurul Iman desa tersebut.

Danki Satgas SKK Migas SST Yon Arhanud 12/SBP Wilayah PT Medco Lettu Arh Sutekno, melalui Danton SKK Migas Letda Arh Andri Yunerlim mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan kita kepada warga untuk memberikan pemahaman betapa pentingnya menjaga asset milik negara.

“Karya bakti ini sekaligus untuk sosialisasi, agar masyarakat bisa sama-sama ikut menjaga asset milik negara ini. Karena dijalur ini kita tidak pungkiri sering terjadi aksi ilegal taping. Untuk itu dengan ini kita perlahan bisa menekanya agar tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Dikatakanya, kegiatan karya bakti ini bakal dilakukan secara bergiliran di desa-desa yang dilalui jalur pipa pt medco ini. “Sehubungan menyambut datangnya bulan suci ramadhan, maka kita lakukan Karya bakti di masjid, agar warga yang beribadah bisa nyaman,” tambahnya.

Sementara, Lead Security South Sumatra Block (SSB)PT Medco E&P Beny Adam F mengatakan, bahwa kegiatan karya bakti tersebut merupakan cara pendekatan kepada masyarakat yang dilalui jalur pipa minyak milik PT Medco E&P, sehingga mengerti bahwa itu merupakan asset milik negara yang harus dijaga bersama bukan hanya dari perusahaan dan TNI saja.

“Jadi dengan adanya pendekatan dan silaturahmi seperti ini, maka kita bisa memberitahu kepada masyarakat bahwa jalur pipa milik itu merupakan asset negara dan harus dijaga,” terangnya.

Diharapkan, dengan adanya langkah yang dilakukan pihaknya bersama TNI maka aksi pencurian minyak bisa diperkecil & ditiadakan. Karena pendekatan dengan masyarakat merupakan langkah yang paling tepat.

“Kalau kita tidak bisa menjaganya sendiri dengan hanya dibantu TNI saja tanpa ada keterlibatan dengan masyarakat. Dengan adanya pendekatan itu, maka masyarakat bisa membantu kita untuk mengamankan jalur pipa milik kita,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya