oleh

Satu Hotel di Palembang Tutup, yang Lain Menyusul, Isnaini : Upayakan Sebagai Langkah Terakhir

PALEMBANG – Covid-19 berdampak hampir ke semua aspek. Salah satu yang utama adalah dunia pariwisata yang berimbas pada perhotelan. Di kota Palembang, sudah ada satu hotel yang ditutup terkait penyebaran pandemik ini.

Sementara beberapa lainnya, telah berencana untuk melakukan penutupan dan merumahkan karyawan. Seperti yang diungkapkan Ketua Persatuan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin yang dibincangi Jumat (3/4).

Herlan menyebut jika Covid-19 telah memukul telak sektor pariwisata kota Palembang yang pada tahun lalu menjadi penyumbang signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Informasi yang kami terima baru satu hotel, Santika Premiere. Hotel lain, belum ada,”ungkapnya.

Sepinya okupansi membuat manajemen putar otak menutupi kebutuhan operasional, seperti listrik sampai gaji karyawan. Ini yang menurut Herlan jadi alasan utama tutupnya hotel, dan mungkin akan disusul beberapa hotel lain.

Untuk kota Palembang sendiri, ada ribuan karyawan hotel yang saat ini terancam. Meski bukan keputusan yang tepat, tapi menurutnya mungkin ini keputusan terbaik yang bisa diambil oleh manajemen hotel untuk melawan Covid-19.

Informasi yang diterima sumeks.co, setidaknya ada dua hotel lagi  di kota Palembang yang berencana tutup untuk sementara waktu terkait Covid-19. Belum ditambah hotel lain di luar Palembang yang mungkin akan ikut tutup.

Isnaini Madani dan Herlan Asfiudin usai rapat di Pemkot Palembang beberapa waktu lalu. (sumeks.co)

Lesunya pariwisata dan perhotelan ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani tak bisa dielakkan. Bahkan seluruh wisata terkenal di Dunia, Asia, dan Indonesia seperti Bali juga mengalami penurunan kunjungan yang signifikan.

“Kita tidak bisa berbuat banyak dan berharap pandemik ini cepat berlalu,”kata Isnaini. Namun salah satu upaya yang bisa dilakukan pengelola hotel di Palembang, menurutnya bisa meniru berbagai daerah lain dengan menghadirkan inovasi.

Yaitu memberikan keleluasaan menginap dengan biaya yang murah. “Semisal menginap 2 minggu, atau satu bulan di hotel dengan harga yang dibawah publish rate. Ini bisa jadi salah satu upaya menjaga pemasukkan, setidaknya menutup biaya operasional,”jelasnya.

Sebab, Isnaini juga mengkhawatirkan nasib karyawan hotel yang terpaksa dirumahkan. Sebab, sampai saat ini pemerintah tidak bisa memastikan kapan pandemik Covid-19 akan berakhir. Untuk itu, ia berharap penutupan hotel akan menjadi langkah terakhir yang dilakukan oleh pengusaha. (aja)

Komentar

Berita Lainnya