oleh

Satu Keluarga Menangis di Pelabuhan TAA, Memohon Supaya Bisa ke Bangka, Ini Alasannya…

BANYUASIN – Suka duka dialami Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19, tak terkecuali di pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin.

Kurang tidur, kelelahan sampai menghadapi peristiwa mengharukan. Ya, kejadian hari Minggu tadi membuat petugas dihadapkan pada pertimbangan kemanusiaan.

Seorang pria tiba-tiba tak mampu membendung emosinya, tangisnya pun meledak. Seraya menunjukkan video yang berisikan informasi bahwa istrinya meninggal.

“Aku nak nyeberang pak, istri aku meninggal,” cetusnya sambil berurai air mata.

Tangisan pria asal Bangka Belitung ini juga dibarengi beberapa orang keluarga yang menemaninya. Mereka serentak nangis bareng dihadapan petugas.

Situasi diluardugaan ini membuat petugas harus berupaya menenangkan emosi mereka. Meski begitu, petugas tetap harus memeriksa kelengkapan syarat penumpang yang akan berangkat.

Kejadian ini diceritakan Kepala UPTD Pelabuhan TAA, Dishub Sumsel, Arizani melalui Kepala Divisi Oprasional Pelabuhan TAA, Dishub Sumsel, Tagar Gaus kepada SUMEKS.CO.

“Sebenarnya mereka ini masuk dalam kriteria penumpang yang bisa menyeberang sesuai aturan yang berlaku, menyeberang karena hendak melayat keluarga yang meninggal,” tuturnya.

Alhasil, calon penumpang tadi diperbolehkan berangkat. “Keluarga ini memenuhi syarat untuk berangkat, jadi semua calon penumpang yang memenuhi aturan yang tertera, sesuai surat edaran B-195, kita akan mengizinkan mereka untuk dapat menyeberang,” tandasnya. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya