oleh

Satu Positif, Satu PDP Meninggal di Muratara

MURATARA – Satu PDP asal Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, dimakamkan dengan protolol Covid-19. Informasi terakhir, pasien itu termasuk PDP 09, dengan nomor Kasus 23 di Kabupaten Muratara terdeteksi alami gejala struktuk dan asma.

Informasi dihimpun, awalnya PDP no 9 kassu 23 ini, berobat ke RSUD Rupit dengan keluhan gejala struk ringan, sekitar tanggal (5/7) 2020. Lalu pasien itu di rujuk ke RS Ar Bunda kota lubuklinggau dan meninggal saat dalam penanganan medis.

Juru bicara tim gugus Tugas Muratara, Susyanto Tunut, mengkonfirmasi jika pasien asal desa lawang agung itu masuk dalam PDP Covid-19. “iya PDP no 9 meninggal dan diakukan pemakaman sesuai dengan protokol covid-19, alhamdulillah pihak keluarga berkenan. Selanjutnya kami akan melakukan tracking kembali terkiat kasus itu,” ucapnya.

Kasus meninggalnya PDP No 9 ini tentunya akan memengaruhi status zonasi Kabupaten Muratara yang tadinya dinyatakan sudah masuk zona hijau.

Berdasarkan data Gugus tugas Muratara, (10/7) 2020 ada penambahan kasus baru, di dapato satu status PDP positif dan satu kasus PDP meninggal di Kabupaten Muratara. Sofyan keluarga PDP no 09 yang di makamkan secara protokol Covid-19 menuturkan, awalnya pihak keluarga membawa pasien ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis karena sudah menderita sakit yang cukup lama.

Keluarga sempat kaget saat di rumah sakit, pasien dinyatakan PDP Covid-19. “kalau dinyatakan Covid-19 pasti menular dari rumah sakit itulah, orang tadinya paman saya sakitnya sudah lama kena struk. Tiba tiba dinyatakan PDP Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah mengiklaskan pemakaman pasien dengan penerapan protokol Covid-19 dengan pengawalan ketat pihak keluarga.”untuk menghindari hal yang tidak dibinginkan kita iklaskan saja,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya