oleh

Sawah Kering Akibat Saluran Irigasi Rusak, Himbau Tanam Palawija

LAHAT – Sekitar 360 ha sawah warga empat desa yakni Desa Tanjung Payang, Tanjung Tebat, Nantal dan Banjar Negara gagal tanam. Padahal lahan sawah tersebt biasanya dalam dua tahun bisa lima kali tanam.

Namun lantaran tanggul yang sebelumnya hanya tumpukan batu krokos jebol, membuat saluran irigasi  ke sawah warga, di pangkal pintu air ikut jebol. Kerusakan tersebut akibat hantaman derasnya air Sungai Lematang yang meluap pada awal tahun lalu.

“Sampai sekarang lahan sawah warga belum tanam, karena airnya kering. Namun memang ada beberapa warga yang menanam sayur mayur maupun palawija,” ujar Kades Tanjung Payang, Safri, Jumat (3/7).

Lanjutnya bahwa lahan sawah warga empat desa yang gagal tanam sekitar 360 ha. Sementara untuk kepala keluarga (KK) yang terpaksa mencari pendapatan lain dari sawah bisa mencapai ribuan KK.

“Untuk warga yang menggantungkan hidupnya dari pertanian di Desa Tanjung Payang saja sekitar 500 KK,” ujar Safri.

Dijelaskanya bahwa pasca bencana rusaknya tanggul dan jebolnya saluran irigasi tersebut, pihaknya langsung mengadukannya ke pemerintah daerah.

Kemudian melalui dana tanggap darurat bencana, langsung dipasang tanggul. Rusaknya tanggul ada dua titik yakni sepanjang 230 meter dan 120 meter dengan total 350 meter yang berada di pinggi Sungai Lematang.

“Pemasangan tanggul di Sungai Lematang dalam bulan ini mungkin telah selesai. Selanjutnya kami meminta bantuan untuk menutup saluran irigasi yang ada di pangkal kepala siring sepanjang 60 meter. Harapan ke depan dari pemerintah, agar tembok penahan air saluran irigasi yang jebol tersebut juga bisa dibangun secara permanen, tambahnya.

Sementara Camat Lahat Selatan Budi Utama S.Ip bahwa saat ini proses penutupan tanggul sedang berlangsung. Perbaikan melalui dana tanggap bencana yang langsung diusulkan oleh pemerintah Kabupaten Lahat. Lihaknya menghimbau sembari menunggu proses perbaikan, dapat menanam palawija atau tanaman satu musim. “Warga bisa menanam jagung, maupun sayur mayur atau tanaman satu musim lainnya. Karena memang jebolnya tanggul akibat bencana dan saat ini dalam proases perbaikan,” ungkap Budi Utama.

Sementara Kadis Pertanian Otong Kosasih melalui Kabid PSP Herman Suyatno bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan. Memang yang mengalami kerusakan berat berada di pangkal kepala siring. Sementara untul irigasi cacing atau tersier masih baik.(gti)

Komentar

Berita Lainnya