oleh

Sawit Plasma Binaan Sampoerna Agro Diremajakan

-Sumsel-1.512 views

KAYUAGUNG –  Ditanam sejak 1991 lalu, sawit plasma  KUD Panca Sawit Makmur (PSM), binaan PT Sampoerna Agro  melaksanakan peremajaan (replanting).

Sawit seluas 961,09 hektar ini telah menjadi tumpuan sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten OKI, khususnya bagi lebih dari 474 Kepala Keluarga petani sawit di Desa Balian Makmur.

Kepala Desa Balian Makmur , Wayan Edi Purwanto mengatakan, mayoritas warganya merasakan peningkatan taraf ekonomi lebih baik dari sawit lebih dari dua dekade.

“Hubungan kemitraan dan pembinaan intensif budidaya dan kelembagaan dari PT Sampoerna Agro sangat baik, “ ungkapnya.

Dari pembinaan ini juga telah mengantarkan KUD memperoleh sertifikasi sawit lestari ramah lingkungan dari Roundtable Sustainable on Palm Oil (RSPO) tahun 2016.

“Predikat ini turut mempermudah akses pembiayaan peremajaan dari BPDPKS,” jelasnya.

Ketua KUD PSM, Ir H  Budi Wahono mengungkapkan, khususnya dua tahun terakhir memang cukup rumit dalam persiapan replanting.

“Kami berterima kasih atas bimbingan perusahaan, sehingga petani bisa memperoleh pembiayaan Rp 25 Juta/Ha dari BPDPKS atau total Rp 23 miliar,” ungkapnya. .

Menurutnya,  kemitraan ini sudah teruji. Oleh karena itu pihaknya akan mempercayakan kembali, kerjasama dan pendampingan teknis berikutnya setelah replanting kepada PT Sampoerna Agro.

“Termasuk menggunakan bibit unggul DxP Sriwijaya SJ 5 yang diproduksi perusahaan,” janjinya.

Acara juga dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU dan secara simbolis penumbangan pohon sawit di lahan.

GM Plasma PT Sampoerna Agro Ridwan Sibuea berharap, peran aktif dan tanggung jawab dari seluruh pihak.

“KUD PSM ini bisa menjadi inspirasi bagi KUD lainnya.” harapnya.

Senada, Camat Mesuji Raya Yulian Syahri, SP juga mengimbau para petani agar mendukung penuh peremajaan ini.

“Bersabar menunggu hingga panen perdana di umur tanaman 48 bulan, menjaga kondusifitas dan tidak menjual kavling yang beresiko menimbulkan sengketa atau merugikan petani,” imbaunya.

Berbagai upaya perusahaan melalui kemitraannya, menurutnya, patut diapresiasi.

Apalagi pencapaian program percepatan peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) per Oktober 2018 lalu baru mencapai 10%.

“Dari target Pemerintah pusat yakni 183 ribu hektar,” tandasnya. (uni)

 

Komentar

Berita Lainnya