oleh

SBBM Kecam TKA China

-Sumsel-312 views

MUARA ENIM – Pengurus Serikat Buruh Bersatu Muara Enim (SBBM), Rahmansyah SH MH, mengecam perbuatan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang berlaku kasar kepada pekerja lokal, dalam melaksanaan pekerjaan pembangunan PLTU Sumsel 8 di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim.

Soalnya akibat tindakan kasar para pekerja China kepada pekerja lokal, hampir menjadikan keduanya terlibat bentrok fisik. “Inilah imbas dari kebijakan pemerintah yang keliru dalam mempekerjakan TKA dari China di Indonesia,” tegas Rahmansyah, Rabu (1/10).

Seharusnya, TKA hanya melaksanakan pekerjaan skil bukan pekerjaan kasar seperti yang terjadi saat ini. “Untuk tenaga skill ya bolehlah dilakukan TKA, tetapi kalau pekerjaan kasar diserahkan kepada tenaga kerja lokal, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman baik cara berbahasa maupun dalam melaksanakan pekerjaan,” tegasnya.

Yang terjadi saat ini pada proyek pembangunan PLTU Sumsel 8, pekerjaan kasar dilakukan oleh TKA China. Sehingga banyak tenaga kerja lokal yang tidak bisa masuk dalam pekerjaan proyek tersebut. “Atas kejadian ini, kita meminta pemerintah untuk membatasi TKA China,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Kerja  Asing (TKA) dari China yang bekerja melaksanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 berkapasitas 2×650 MW di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, nyaris terlibat bentrok dengan para kekerja lokal.

Itu terjadi karena pekerja China diduga berlaku kasar terhadap pekerja lokal dalam memerintah untuk melaksanakan pekerjaan. Peristiwa yang berhasil diredam itu terjadi pada Jumat (27/9) lalu sekitar pukul 09.00 WIB dilokasi proyek pembangunan PLTU tersebut.

Akibat kejadian itu, membuat pekerja lokal sempat melakukan aksi demo di lokasi proyek tersebut. Namun aksi yang sempat luput dari perhatian awak media ini, berhasil diredam aparat keamanan sehingga tidak berlanjut.

Kecaman serupa juga diutarakan anggota DPRD Muara Enim dapil Tanjung Agung, Kasman Sos. “Tentunya selaku dewan kita akan menyikapi permasalahan ini, agar tenaga kerja lokal tidak diperlakukan semaunya oleh TKA China. Dan kita akan meminta penjelasan dari perusahaan yang mempekerjakan TKA China dalam pembangunan proyek PLTU Sumsel 8 tersebut,” jelasnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya