oleh

SD Jajakan Kue, SMP Kondektur Angkot… Sekarang Menteri

JAKARTA – Bahlil Lahadalia ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Kabinet Indonesia Maju. Jabatan yang diembannya setingkat menteri. Namun banyak yang tidak tahu latar belakang pengusaha sukses ini.

Bahlil adalah Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019.
Masuknya nama Bahlil di kabinet sesungguhnya sudah diisyaratkan Jokowi ketika menghadiri Munas HIPMI XVI (HIPMI) di Jakarta, pada pertengahan September 2019.

“Tadi Adinda Bahlil menyorong-nyorongkan dan merekomendasikan beberapa yang hadir di sini. Tapi saya tahu, adinda Bahlil ini pinter. Sebetulnya beliau menyorongkan diri sendiri,” kata Jokowi.

Bahlil Lahadalia kelahiran Banda, Maluku Tengah, 7 Agustus 1976.
Dalam berbagai kesempatan dia merasakan kebanggaannya menjadi anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci.

Dengan adanya keterbatasan tersebut, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.
Kondisi ekonomi keluarga tak pernah membuatnya minder, bahkan kerja kerasnya mengantarkannya kini menjadi jajaran pengusaha sukses di Tanah Air.

Serba keterbatasan dalam hidupnya tak membuat pria yang besar di Papua ini berkecil hati. Bahkan dalam memperjuangkan hidupnya, dia berusaha mandiri mulai sebagai sopir angkot hingga membuka aktivitas usaha lainnya.

Kemandiriannya itu terbukti ketika saat duduk di bangku sekolah dasar. Bahlil kecil pun sudah bisa ikut membantu perekonomian keluarga dengan menjajakan kue di sekolah.

Saat masih SMP, dia juga sempat menjadi kondektur. Ketika SMEA, dia menjadi sopir angkot secara part time. Walaupun begitu, Bahlil tetap menunjukkan prestasinya di sekolah, bahkan dia pernah menjadi ketua OSIS.
Bermodalkan semangat, Bahlil berhasil daftar kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura, Papua.

Semasa di bangku kuliah, dia dikenal sangat aktif menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang membawanya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

Pada tahun 2003, namanya terdaftar di HIPMI tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat.

Setelah memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi dan memiliki pekerjaan bergaji tinggi, Bahlil memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri. Inilah awal mula kesuksesan pria asal Papua ini.

Dengan melihat begitu banyak sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua, ia jadikan peluang untuk membuka usahanya. Kini ia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Karier Bahlil Lahadalia sebagai pengusaha semakin lengkap saat Munas HIPMI yang mengantarkannya menjadi Ketua Umum HIPMI untuk periode 2015-2019. (antara/dom/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya