oleh

Sebanyak 63 Adegan Diperankan 2 Tersangka Utama

-Headline-220 views

SUMEKS.CO – Meski sempat sedikit ricuh, proses rekontruksi ulang kasus pembunuhan sadis terhadap korban Apriyanita (51), hingga Senin (2/12) sore berjalan lancar hingga ke TPU Kandang Kawat Palembang.

Foto-foto Rekonstruksi klik disini!

Sebanyak 63 adegan rekontruksi ulang yang diperankan langsung oleh dua tersangka utama yakni Yudi Thama Redianto (42) dan Ilyas Kurniawan alias Ilyas (26) dijaga ketat personel Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel.
Beberapa adegan dilakukan di sejumlah titik mulai dari menjemput korban di rumahnya di Jl Sriwijaya 1, RT 003//001, Kelurahan Demang Lebar Daun, Bank Mandiri, kantor Kelurahan, Indomaret, di Jl taman Kenten dan di TPU Kandang Kawat Palembang.

Pada adegan rekontruksi ulang di rumah korban, salah seorang kerabat sempat menyerang tersangka Yudi namun akhirnya rekontruksi tetap dilanjutkan.
Adegan bermula Rabu 9 Oktober 2019 sekitar pukul 07.00 WIB korban Apriyanita bertemu dengan tersangka Yudi untuk menagih uang yang ada pada tersangka sebesar Rp 100 juta.

Lalu korban Apriyanita diajak tersangka naik ke mobilnya Toyota Innova Reborn warna hitam nopol B 1559 FIS dengan alasan akan mengambil uang tersebut ke Bank Mandiri.

Karena hingga siang hari tersangka Yudi tidak bisa memenuhi janjinya sehingga korban Apriyanita tidak mau turun dari mobil tersangka Yudi.

Adegan selanjutnya, tersangka Yudi sekira pukul 19.00 WIB membujuk korban agar pura-pura turun di rumahnya.

Lalu adegan selanjutnya tersangka Yudi menunggu di jalan samping rumah korban Apriyanita dan pada saat itu tersangka Yudi sudah berniat ingin membunuh korban Apriyanita dan tersangka Yudi langsung menghubungi tersangka Nopi (DPO) via telepon mengajak membunuh korban Apriyanita dan ajakan tersebut disetujui oleh Nopi.

Adegan selanjutnya, korban Apriyanita dan tersangka Yudi sekitar pukul 20.00 WIB menjemput tersangka Nopi di Jl Bambang Utoyo sebelum bertemu dengan tersangka Nopi, tersangka Yudi mampir ke Indomaret di Jl RE Marta Dinata membeli minuman 2 botol air mineral berikut satu botol obat tetes mata.

Diam-diam air mineral tersebut dicampur obat tetes mata oleh tersangka Yudi menjadi satu dan minuman tersebut diberikan kepada korban Apriyanita sehingga korban dalam keadaan lemas.

Setelah itu tersangka Nopi menjemput tersangka Ilyas kemudian naik ke dalam mobil duduk di belakang korban Apriyanita yang duduk di samping tersangka Yudi yang sedang mengemudikan mobil sedangkan tersangka Nopi duduk di bangku sebelah kanan di belakang tersangka Yudi.
Mobil diarahkan ke Jl Taman Kenten dan korban Apriyanita yang dalam keadaan lemas, tersangka Nopi memberikan tali tambang kepada tersangka Ilyas untuk menjerat lehar korban Apriyanita dari belakang.

Saat jeratan tersebut kendor, tersangka Yudi berteriak agar tersangka Ilyas menguatkan jeratannya sehingga korban memberontak. Tersangka Yudi dan Nopi mengecek dan memastikan keadaan korban yang telah tewas.

Tersangka Yudi dan Nopi menurunkan tersangka Ilyas di kawasan 9 Ilir, dan tersangka Yudi memberikan uang Rp4 juta kepadanya sambil berkata “kau pergilah dan jangan kasih tau siapa pun!”.

Tersangka Nopi membawa mayat korban ke samping rumah Nopi. Keduanya sempat berdiskusi ingin menguburkan mayat tersebut agar tidak diketahui orang lain. Dengan mengendarai sepeda motor Nopi menjemput temannya bernama Am (DPO), yang juga berprofesi sebagai penggali kubur di TPU Kandang Kawat.

Sekitar pukul 22.53 WIB, tersangka Yudi, Nopi dan Am berangkat menuju TPU Kandang Kawat. Sebelum tiba di TPU Kandang Kawat tersangka Nopi dan Am membeli minuman dan rokok di Indomaret Simpang Tanah Tinggi di Jl M Isa dan kemudian kembali ke TPU kandang Kawat.

Adegan selanjutnya, di pintu pertama pintu masuk TPU Kandang Kawat mayat korban Apriyanita diturunkan, lalu tersangka Yudi memberikan uang Rp11 juta kepada tersangka Nopi dan Am untuk upah membunuh dan menguburkan korban.

Tersangka Yudi tidak ikut tersangka Nopi dan Am menguburkan namun pergi menukarkan mobil yang direntalnya. Esok harinya, Kamis tanggal 10 Oktober 2019, tersangka Nopi menelpon tersangka Yudi meminta uang untuk membuat pedapuran/nisan untuk kuburan korban Apriyanita.
Adegan terakhir, tersangka Yudi menemui tersangka Nopi di TPU Kandang Kawat dan memberikan uang sebesar Rp1,3 juta untuk membuat pedapuran dengan cara dicor semen agar tidak mengeluarkan bau busuk dan Nopi sempat menunjukkan letak kuburan korban yang berada di antara dua makam.
“Sebanyak 63 adegan rekontruksi ulang terhadap kasus pembunuhan. Dua pelaku lagi yang ikut menggali masih dalam pengejaran dan sudah masuk DPO yang disebarkan ke seluruh Polda se-Indonesia,”kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alviani.
Menurut dia, rekontruksi ulang dilakukan di tempat-tempat yang sebenarnya untuk mengetahui pengakuan yang dijelaskan oleh dua tersangka. “Untuk dua pelaku lagi kami mengimbau untuk menyerahkan diri dengan baik-baik. Selesai rekontruksi ulang secepatnya berkas-berkas akan kita serahkan ke JPU,” tukas Yustan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya