oleh

Segel Bakso Granat Hanya Bertahan Setengah Hari, Pengamat : Pemkot Seperti Tak Punya Wibawa

PALEMBANG – Dinamika yang terjadi mengenai penyegelan warung Bakso Granat Mas Azis mengundang pengamat Bagindo Togar angkat bicara. Menurutnya apa yang terjadi membuat Pemkot terlihat tak berwibawa.

Dalam pengertian, peraturan yang diterapkan tidak dikaji secara komprehensif. Sehingga, tak lama setelah disegel, warung bakso bisa kembali beroperasi. “Dari awal saya sudah melihat tidak adanya kajian dari tim hukum Pemkot secara komprehensif. Tidak hanya sisi hukum, tetapi juga sosial dan multi dimensi,” kata Bagindo.

Terdapat frasa yang menjadi celah dalam SK Walikota, sehingga bisa dimanfaatkan oleh yang bersangkutan. Namun yang jadi masalah, proses ini juga bisa menjadi celah bagi pengelola Bakso Granat Mas Azis untuk maauk ke ranah perdata, untuk menggugat Pemkot.

“Wibawa pemerintahan (Walikota) artinya sedang dipermalukan saat ini. Seharusnya ada perencanaan yang matang dan program yang terukur. Kalau mau ditegakkan, yang serius. Jangan sampai setengah-setengah. Jangan pula ini terkesan menakut-nakuti pedagang yang justru berkontribusi untuk pembangunan (PAD),” tambah Bagindo.

Apa yang terjadi, menurutnya bukan sepenuhnya salah Walikota. Tetapi jajaran yang terkesan tidak paham dan main-main dalam eksekusi peraturan. Dalam hal penyegelan ini, yang dimaksudkan adalah SK Walikota. Akan lebih baik, jika sebelumnya dipikirkan setiap dampak sebelum mengeksekusi baik itu Perwali, Perda maupun Undang Undang, kedepan. (aja)

Komentar

Berita Lainnya