oleh

Sehari 50 Orang Mati Karena Narkoba

EMPAT LAWANG – BNN Kabupaten Empat Lawang, menggelar rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat anti Narkoba, dalam kegiatan pemetaan kelompok sasaran, program penggiat pemberdayaan anti Narkoba dalam dunia usaha/swasta.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi, dibuka Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Kabupaten Empat Lawang, Azhari, Kamis (5/3).

Dalam sambutannya, Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah pusat, sebanyak 50 orang setiap harinya meninggal akibat Narkoba. Angka tersebut sangat memprihatinkan karena angka kematian itu disebabkan penyalahgunaan Narkoba dan karena itu Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan perang terhadap Narkoba, dari peredarannya hingga penyalahgunaannya.

“50 orang itu baru angka kematian, belum lagi yang masuk rumah sakit, rumah sakit biasa, hingga rumah sakit jiwa serta yang tidak menjalani perawatan apapun di tengah masyarakat akibat Narkoba,” ungkap AKBP Syahril.

Mesti disadari kata AKBP Syahril, Narkoba merupakan upaya pihak asing melemahkan bangsa Indonesia. Sebab, jika negara asing menyerang negara Indonesia secara terang-terangan, tentu adalah hal yang mustahil, karena akan terjadi perang terbuka.

“Hal yang paling masuk akal untuk melemahkan negara kita ini, adalah dengan narkoba. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama menjaga, agar generasi kita lindungi dari segala bentuk anacaman narkoba ini,” ajaknya.

Disampaikannya, para pecandu Narkoba, itu merupakan korban. Korban ini tidak akan bisa diselamatkan jika tidak ada yang menolong. Oleh karena itu, perlu kepedulian semua pihak, terutama orang terdekat untuk menolong para korban Narkoba tersebut.

“Kalau ada keluarga kita yang menjadi korban narkoba, jangan malu-malu datangi kami. Kami dari BNN siap membantu untuk mengobatinya hingga sembuh,” kata AKBP Syahril.

Sebab, kerusakan akibat Narkoba, bukan hanya yang bersangkutan, orang terdekat dengan lingkungan yang bersangkutanpun bisa rusak. Karena pecandu Narkoba memilki kebiasaan yang buruk, pandai berbohong dan suka berbuat apa saja asal bisa mendapatkan barang haram itu.

“Otaknya sudah rusak, apa saja mau dijual biar dapat uang untuk beli narkoba. Tak peduli harta benda warisanpun disikat. Makanya jika ada anak kita mencurigakan pakai narkoba, tes saja urine-nya. Jangan takut rugi beli alat tes sebelum terlambat,” ucapnya.

Demikian juga di tempat dia bekerja, karena harga Narkoba itu mahal, kata AKBP Syahril, para pecandu Narkoba tidak akan segan berbuat tidak terpuji seperti korupsi di tempat kerja, asal dapat uang bisa beli Narkoba.

“Kalau ada karyawan kita yang menjadi pecandu narkoba, bisa-bisa usaha kita bangkrut, akibat ulah karyawan yang menjadi pecandu narkoba. Karyawan seperti itu, mending kita pecat saja,” tukasnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya